BAHAN AJAR KOSMOGRAFI
Pengertian
Antariksa
Antariksa adalah sebuah kumpulan
dari segala Galaksi,dan semua itu berkumpul dalam satu kesatuan contohnya yaitu
antariksa,luas antariksa tidak bisa di perkirakan karena sangatlah luas, kita tidak
tahu,tapi teknologi semakin lama semakin canggih,dan mungkin suatu saat nanti
kita akan bisa menemukan planet yang memiliki kehidupan juga.
Antariksa adalah tempat yang sangat
asing bagi manusia,tapi manusia terkadang heran mengapa banyak terjadi moment
yang tidak bisa diduga oleh manusia itu terjadi di antariksa.
Definisi Antariksa adalah angkasa
luar atau dalam bahasa Inggrisnya Outer space yang merupakan ruangan jauh dari
bumi (di luar lapisan atmosfer bumi) bebas dari pengaruh gravitasi. Bagian dari
alam semesta yang digambarkan sebagai ruang hampa udara. Terdapat benda-benda
langit lainnya seperti meteor, meteoroid, dan asteroid, serta banyak kejadian
alam berlangsung dalam ruangan ini.
Sejarah
Terbentuknya Alam Semesta
Banyak teori-teori yang mengemukakan
asal usul tentang terbentuknya alam semesta, diantaranya :
a.
Teori Tidal
Teori tidal atau teori pasang surut
dikemukakan oleh James dan Harold Jeffers pada tahun 1919, menurut teori ini
pada ratusan juta tahun yang lalu sebuah bintang bergerak mendekati Matahari
dan kemudian menghilang. Pada waktu itu sebagian Matahari tertarik dan lepas.
Dari bagian Matahari yang terlepas inilah kemudian terbentuk planet-planet.
b. Teori Bintang Kembar
Menurut teori ini kemungkinan dahulu
kala matahari merupakan sepasang bintang kembar. Oleh sesuatu sebab salah satu
bintang meledak dan oleh gaya tari gravitasi bintang satunya, pecahan tersebut
tetap berada di sekelilingnya.
c.
Teori Nebular
Menurut teori ini mula-mula ada
kabut gas dan debu atau nabule, nabule ini mengisi seluruh ruang alam semesta
karena proses pendinginan, kabut gas tersebut menyusut dan mulai berpusing.
Proses ini mula-mula lambat, kemudian makin cepat dan bentuknya berubah dari
bulat bola menjadi semacam cakram.
Sebagian besar materi akan mengumpul
di pusat cakram, dan kemudian menjadi matahari. Sedang sisinya yang tertinggal
akan tetap berpusing, dan terbentuklah planet beserta satelitnya. Menurut para
ahli, dalam setiap seribu bintang dialam semesta ini terdapat satu system tata
surya. Jika dugaan ini benar, didalam galaksi atau bima sakti saja yang
mempunyai 1011 bintang , akan terdapat 100 juta tata surya. Dan diantara tata
surya itu kemungkinan ada beberapa yang mirip dengan tata surya kita.
d. Teori Creatio Continua
Menurut teori ini saat diciptakan
alam semesta ini tidak ada. Alam semesta ini selamanya ada dan akan tetap ada,
atau dengan kata lain alam semesta ini tidak penah bermula dan tidak akan
berakhir. Pada setiap saat ada partikel yang dilahirkan dan ada yang lenyap.
Partikel tersebut kemudian mengembun menjadi kabut-kabur spiral dengan
bintang-bintang dan jasad-jasad alam semesta. Karena partikel yang dilahirkan
lebih besar dari pada yang lenyap, maka jumlah materi makin bertambah dan
mengakibatkan pemuaian alam semesta. Pengembangan ini akan mencapai titik batas
kritik pasa 10 miliar tahun lagi.
Tetapi dalam waktu 10 miliar tahun
ini akan dihasilkan kabut-kabut baru.menurut teori ini 90% materi alam semesta
adalah hydrogen. Dari hidrogen ini akan terbentuk helium dan zat-zat lainnya.
e.
Teori G.P. Kuiper
Teori ini mengajuka teori
berdasarkan keadaan yang di temui di luar tata surya dan teori ini adalah
penyempurnaan dari teori-teori yang telah dikemukakan yang mengandaikan bahwa
matahari serta semua planet berasal dari gas purba yang ada di ruang angkasa.
Pada saat ini terdapat banyak kabut gas dan diantara kabut terlihat dalam
proses melahirkan bintang.
Kabut gas yang Nampak tipis diruang
angkasa itu karena gaya tarik gravitasi antara molekul dalam kabut itu lambat
laun merapatkan diri menjadi masa yang semakin lama semakin padat. Pemadatan
ini di mungkinkan oleh sifat gas semacam itu selalu terjadi gerakan.
Selanjutnya gerakan itu makin lama menjadi gerakan berputar yang memipihkan dan
memadatkan gas kabut itu. Satu atau dua gumpalan materi memadat di
tengah,sedang gumpalan yang kecil akan melesat di lingkungan sekitarnya. Gumpal
yang terkumpul ditengah menjadi matahari sebagai pusat, sedang
gumpalan-gumpalan yang kecil menjadi bakal planet.
f.
Teori Big Bang
Teori Big Bang menunjukkan bahwa
semua benda di alam semesta pada awalnya adalah satu wujud, dan kemudian
terpisah-pisah. Ini diartikan bahwa keseluruhan materi diciptakan melalui Big
Bang atau ledakan raksasa dari satu titik tunggal, dan membentuk alam yang kini
dengan cara pemisahahan satu dengan yang lain Big Bang merupakan petunjuk nyata
bahwa alam semesta telah 'diciptakan dari ketiadaan', dengan kata lain ia
diciptakan oleh Allah. Segala bukti meyakinkan ini menyebabkan teori Big Bang
diterima oleh masyarakat ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang
dicapai ilmu pengetahuan tentang asal muasal alam semesta. Begitulah, alam
semesta ini telah diciptakan oleh Allah Yang Maha Perkasa.
Sistem
Tata Surya
Dalam Tata Surya, terdapat delapan
planet besar, semuanya berevolusi mengelilingi satu bintang yang bernama
matahari. Matahari terletak di pusat Tata Surya. Delapan planet ini, yang
merupakan bagian dari Solar system (Tata Surya), saling berevolusi mengelilingi
matahari dalam sebuah keteraturan. Nama-nama planet dari yang terdekat dengan
matahari: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus,.
Jadi, bumi kita adalah planet ke-tiga dari matahari.
Setiap planet di Tata Surya memiliki ciri-ciri yang berbeda.
Suhu pada beberapa planet cukup tinggi untuk meleburkan sesuatu. Sedangkan ada
diantaranya yang permukaannya tertutup oleh es. Beberapa planet hampir
seluruhnya terdiri atas gas. Bahkan beberapa planet berukuran kecil seperti
bulan.
Terdapat hubungan yang sangat
harmonis antara satelit dengan induknya. (Dalam astronomi, induk adalah sesuatu
yang benda lain berkeliling terhadapnya. Matahari adalah induk dari bumi, bumi
adalah induk dari bulan). Planet menarik satelit-satelitnya. Satelit juga
mengimbangi tarikan tersebut. Tanpa kesetimbangan tersebut, satelit akan
menumbuk planet atau pecah dan menghilang angkasa.
Singkatnya, jika bulan berotasi
lebih lambat, ia akan tersedot bumi dengan kecepatan sangat tinggi. Ini akan
menjadi akhir kehidupan bumi. Dan jika ia berotasi lebih cepat, ia akan menjauh
dari bumi dan tak menjadi satelit bumi lagi.
1. Matahari
Matahari adalah benda langit
terbesar di Tata Surya. Ia terdiri atas gas yang sangat panas dan berpijar.
Setiap detik, terjadi ledakan diseluruh permukaannya, matahari sendiri
merupakan bom nuklir yang sangat besar. Ledakan di permukaannya sama dengan
energi yang dipancarkan oleh jutaan bom atom. Mereka menghasilkan
kobaran-kobaran api yang besarnya 40 hingga 50 kali besar bumi.
Matahari bagaikan bola api yang
memancarkan panas dan cahaya yang sangat kuat dari permukaannya. Jika tidak ada
matahari, sepanjang hari akan gelap, dan permukaan bumi akan tertutup es. Yang
pasti, tidak akan ada kehidupan di bumi ini. Ruang angkasa adalah tempat yang
gelap, sangat luas, dan kosong. Bumi kita adalah salah satu benda langit di
dalamnya, dan tak tidak ada satupun yang cukup dekat untuk menerangi dan
memanaskan bumi kita
2. Planet
Planet adalah benda langit yang
mengelilingi bintang sebagai pusat tata surya. Planet tidak dapat menghasilkan
cahaya sendiri namun dapat memantulkan cahaya.
Kata planet berasal dari bahasa
Yunani yaitu planetai, yang berarti pengembara. Hal ini disebabkan kedudukan
planet terhadap bintang tidaklah tetap. Planet adalah benda angkasa yang tidak
mempunyai cahaya sendiri, berbentuk bulatan, dan beredar mengelilingi bintang
(Matahari).
Planet-planet yang ada di tata
surya, antara lain sebagai berikut:
1) Merkurius
Merkurius adalah planet terkecil di
dalam tata surya dan juga yang terdekat dengan Matahari dengan kala revolusi 88
hari. Kecerahan planet ini berkisar di antara -2 sampai 5,5 dalam magnitudo
tampak namun tidak mudah terlihat karena sudut pandangnya dengan matahari kecil
(dengan rentangan paling jauh sebesar 28,3 derajat. Merkurius hanya bisa
terlihat pada saat subuh atau maghrib. Tidak begitu banyak yang diketahui
tentang Merkurius karena hanya satu pesawat antariksa yang pernah mendekatinya
yaitu Mariner 10 pada tahun 1974 sampai 1975. Mariner 10 hanya berhasil
memetakan sekitar 40 sampai 45 persen dari permukaan planet.
Mirip dengan Bulan, Merkurius
mempunyai banyak kawah dan juga tidak mempunyai satelit alami serta atmosfir.
Merkurius mempunyai inti besi yang menciptakan sebuah medan magnet dengan
kekuatan 0.1% dari kekuatan medan magnet bumi. Suhu permukaan dari Merkurius
berkisar antara 90 sampai 700 Kelvin (-180 sampai 430 derajat Celcius).
garis tengah : 4850 KM
volume : 0,054 isi bumi
kepadatan :5,4 ( Air = 1)
massa :0,055 massa bumi
daya tarik :0,37 daya tarik bumi
jarak ke matahari : 58,000.000 km
kecepatan edar : 4,2 km/detik
periode rotasi : 59 hari
mengitari matahari : 87,97 hari
kecepatan pada orbit : 42,9 km/detik
satelit : tidak ada
2) Venus
Venus atau Bintang Kejora adalah
planet terdekat kedua dari matahari setelah Merkurius. Planet ini memiliki
radius 6.052 km dan mengelilingi Matahari dalam waktu 225 hari. Atmosfer Venus
mengandung 97% karbondioksida (CO2) dan 3% nitrogen, sehingga hampir tidak
mungkin terdapat kehidupan.Arah rotasi Venus berlawanan dengan arah rotasi
planet-planet lain. Selain itu, jangka waktu rotasi Venus lebih lama daripada
jangka waktu revolusinya dalam mengelilingi Matahari.
garis tengah : 13.140 KM
volume : 0,88 isi bumi
kepadatan :5,2 ( Air = 1)
massa :0,82 massa bumi
daya tarik :0,88 daya tarik bumi
jarak ke matahari : 108.000.000 km
kecepatan edar : 10,3 km/detik
periode rotasi : 244 hari
mengitari matahari : 224,7 hari
kecepatan pada orbit : 35,0 km/detik
satelit : tidak ada
3) Bumi
Bumi adalah planet ketiga dari
delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar
tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU
(ing: astronomical unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan
magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin
matahari, sinar ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini
menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi
menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer.
garis tengah : 1.756 KM
volume : 1,08106 cu KM
kepadatan :5,52 ( Air = 1)
massa :5,98 x 102 ton
jarak ke matahari : 149.000.000 km
kecepatan edar : 0,5 km/detik
periode rotasi : 365 hari
satelit : 1 yaitu bulan
4) Mars
Mars adalah planet terdekat keempat
dari Matahari. Namanya diambil dari dewa perang Romawi, Mars. Planet ini sering
dijuluki sebagai “planet merah” karena tampak dari jauh berwarna
kemerah-kemerahan. Ini disebabkan oleh keberadaan besi (III) oksida di
permukaan planet Mars. Mars adalah planet bebatuan dengan atmosfer yang tipis.
Di permukaan Mars terdapat kawah, gunung berapi, lembah, gurun, dan lapisan es.
Periode rotasi dan siklus musim Mars mirip dengan Bumi. Di Mars berdiri Olympus
Mons, gunung tertinggi di Tata Surya, dan Valles Marineris, lembah terbesar di
Tata Surya. Selain itu, di belahan utara terdapat cekungan Borealis yang
meliputi 40% permukaan Mars.
garis tengah : 6790 KM
volume : 0,15 isi bumi
kepadatan :3,9 ( Air = 1)
massa :0,11 massa bumi
daya tarik :0,38 daya tarik bumi
jarak ke matahari : 228.000.000 km
kecepatan edar : 5,0 km/detik
periode rotasi : 24 jam, 37 detik
mengitari matahari : 687 hari
kecepatan pada orbit : 24,1 km/detik
satelit : 2
5) Jupiter
Yupiter atau Jupiter adalah planet
terdekat kelima dari matahari setelah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Jarak
rata-rata antara Jupiter dan Matahari adalah 778,3 juta km. Jupiter adalah
planet terbesar dan terberat dengan diameter ekuatornya 14.980 km dan memiliki
massa 318 kali massa bumi. Periode rotasi planet ini adalah 9,8 jam, sedangkan
periode revolusi adalah 11,86 tahun. Volume Jupiter 1.319 kai volume Bumi
garis tengah : 142,600 KM
volume : 1,316 isi bumi
kepadatan :1,34 ( Air = 1)
massa :317,8 massa bumi
daya tarik :2,64 daya tarik bumi
jarak ke matahari :778.000.000 km
kecepatan edar : 61 km/detik
periode rotasi : 9 jam, 55M menit
mengitari matahari : 11,9 tahun
kecepatan pada orbit :13,1 km/detik
satelit : 16
6) Saturnus
Saturnus adalah planet keenam dari
Matahari dan planet kedua terbesar di tata surya, setelah Jupiter. Saturnus,
bersama-sama dengan Jupiter, Uranus dan Neptunus, diklasifikasikan sebagai
sebuah planet bergas.
Saturnus berasal dari bahasa Arab
tetapi jika dilihat dalam Bahasa Inggris, dikenal sebagai planet Saturnus,
diambil dewa Romawi, Saturnus, yang menyerupai Yunani Kronos (Titan bapa Zeus)
dan juga Babylon yaitu Ninurta. Simbolnya adalah sabit dewa dalam bentuk
ringkas stylized).
garis tengah : 120.000 KM
volume : 755 isi bumi
kepadatan :0,70 ( Air = 1)
massa :95,2 massa bumi
daya tarik :1,2 daya tarik bumi
jarak ke matahari :1427.000.000 km
kecepatan edar : 37 km/detik
periode rotasi : 10-14 jam
mengitari matahari : 11,9 tahun
kecepatan pada orbit :9,6 km/detik
satelit : 23
7) Uranus
Uranus adalah planet ketujuh dari
Matahari dan planet yang terbesar ketiga dan terberat keempat dalam Tata Surya.
Ia dinamai dari nama dewa langit Yunani kuno Uranus (Οὐρανός) ayah dari Kronos
(Saturnus) dan kakek dari Zeus (Jupiter). Meskipun Uranus terlihat dengan mata
telanjang seperti lima planet klasik, ia tidak pernah dikenali sebagai planet
oleh pengamat dahulu kala karena redupnya dan orbitnya yang lambat. Sir William
Herschel mengumumkan penemuannya pada tanggal 13 Maret 1781, menambah batas
yang diketahui dari Tata Surya untuk pertama kalinya dalam sejarah modern.
Uranus juga merupakan planet pertama yang ditemukan dengan menggunakan
teleskop.
garis tengah : 49.000 KM
volume : 52 isi bumi
kepadatan :1,58 liter ( Air = 1)
daya tarik :1,1 daya tarik bumi
jarak ke matahari :2.870.000.000 km
kecepatan edar : 22 km/detik
periode rotasi : 16-28 jam
mengitari matahari : 84,0 tahun
kecepatan pada orbit :6,8 km/detik
satelit : 5
8) Neptunus
Neptunus merupakan planet terjauh
(kedelapan) jika ditinjau dari Matahari. Planet ini dinamai dari dewa lautan
Romawi. Neptunus merupakan planet terbesar keempat berdasarkan diameter (49.530
km) dan terbesar ketiga berdasarkan massa. Massa Neptunus tercatat 17 kali
lebih besar daripada Bumi, dan sedikit lebih besar daripada Uranus. Neptunus
mengorbit Matahari pada jarak 30,1 SA atau sekitar 4.450 juta km. Periode
rotasi planet ini adalah 16,1 jam, sedangkan periode revolusinya adalah 164,8
tahun. Simbol astronomisnya adalah ♆, yang merupakan trident dewa Neptunus.
garis tengah : 50.200KM
volume : 44 isi bumi
kepadatan :2,30 ( Air = 1)
massa :17,2 massa bumi
daya tarik :1,4 daya tarik bumi
jarak ke matahari :4.497.000.000 km
kecepatan edar : 25 km/detik
periode rotasi : 18-20 jam
mengitari matahari : 164,8 tahun
kecepatan pada orbit :5,4 km/detik
satelit : 2
2.1.3
Benda Lain Dalam Tata Surya
1. Asteroid
Asteroid adalah benda-benda langit
kecil yang mengelilingi matahari. Lintasan pergerakan asteroid dalam
mengelilingi matahari berbentuk lingkaran, tetapi kadang juga beberapa asteroid
mempunyai lintasan pergerakan yang lonjong. Letak lintasan/orbit asteroid dekat
dengan ekliptika. Pada dasarnya asteroid tidak mempunyai angkasa. Asteroid
terbesar adalah Ceres dengan diameter 750 kilometer. Asteroid bergerak
mengelilingi matahari mempunyai kala revolusi rata-rata 4 sampai 6 bulan. Ada
sebuah asteroid yang berorbit lonjong dan pernah mendekat ke laut bumi, yaitu
asteroid Icarus. Sebagian besar asteroid terkumpul atau berkerumun di orbit Mars
dan Jupiter. Sekumpulan asteroid ini disebut sabuk asteroid. Sebanyak 23
asteroid mempunyai orbit yang memotong bumi yang disebut asteroid Apollo, 75
asteroid memotong orbit Mars dan 16 asteroid dinamakan Trojan karena mengikuti
Jupiter dalam orbitnya.
2. Komet
Komet merupakan rangkaian cahaya
yang bergerak dari satu konstelasi ke konstelasi lain di antara
bintang-bintang. Rangkaian cahaya komet memperlihatkan seperti untaian rambut
panjang, oleh karena itu komet sering disebut bintang berekor. Ketika mendekati
matahari, ekor komet selalu berada di depan, menjauhi matahari. Hal ini
disebabkan karena adanya tekanan sorot pada cahaya matahari yang mendorong
partikel-partikel terkecil selalu ke arah yang berlawanan dengan matahari.
Komet terdiri atas berbagai gas termasuk didalamnya adalah Sianogen (S/CN),
karbondioksida (CO2), karbon monoksida (CO), nitrogen (N2), hidroksil (OH), dan
nitrogen hidrid (NH). Pergerakan komet tampak dalam pemandangan sebagai
lambaian yang indah yang kemudian lenyap begitu saja selama bertahun-tahun.
Komet bergerak menjelajahi wilayah langit pada berbagai sudut pada bidang tata
surya.Pada tahun 1705 ahli atmosfer Edmund Halley menerapkan hukum gravitasi
pada pengamatan pengamatan mengenai sejumlah komet. Ia mengetahui bahwa komet
beredar menjelajahi wilayah sesuai hukum gravitasi. Sebagai contoh komet Halley
yang muncul setiap 76 tahun sekali.
3. Meteor
Meteor adalah penampakan jalur
jatuhnya meteoroid ke atmosfer bumi, lazim disebut sebagai bintang jatuh.
Penampakan tersebut disebabkan oleh panas yang dihasilkan oleh tekanan ram
(bukan oleh gesekan, sebagaimana anggapan umum sebelum ini) pada saat meteoroid
memasuki atmosfer. Meteor yang sangat terang, lebih terang daripada penampakan
Planet Venus, dapat disebut sebagai bolide.
Jika suatu meteoroid tidak habis
terbakar dalam perjalanannya di atmosfer dan mencapai permukaan bumi, benda
yang dihasilkan disebut meteorit. Meteor yang menabrak bumi atau objek lain
dapat membentuk impact crater.
4. Bintang
Bintang merupakan benda langit yang
memancarkan cahaya. Terdapat bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu
adalah bintang yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan
cahaya yang diterima dari bintang lain. Bintang nyata adalah bintang yang
menghasilkan cahaya sendiri. Secara umum sebutan bintang adalah objek luar
angkasa yang menghasilkan cahaya sendiri (bintang nyata).
Menurut ilmu astronomi, definisi
bintang adalah:
Semua benda masif (bermassa antara 0,08 hingga 200 massa
matahari) yang sedang dan pernah melangsungkan pembangkitan energi melalui
reaksi fusi nuklir.
Oleh sebab itu bintang katai putih dan bintang neutron yang
sudah tidak memancarkan cahaya atau energi tetap disebut sebagai bintang.
Bintang terdekat dengan Bumi adalah Matahari pada jarak sekitar 149,680,000
kilometer, diikuti oleh Proxima Centauri dalam rasi bintang Centaurus berjarak
sekitar empat tahun cahaya.
5. Galaksi
Galaksi adalah sebuah sistem yang
terikat oleh gaya gravitasi yang terdiri atas bintang (dengan segala bentuk
manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan debu
kosmik medium antarbintang, dan kemungkinan substansi hipotetis yang dikenal
dengan materi gelap. Kata galaksi berasal dari bahasa Yunani galaxias
[γαλαξίας], yang berarti "susu," yang merujuk pada galaksi Bima Sakti
(bahasa Inggris: Milky Way). Tipe-tipe galaksi berkisar dari galaksi kerdil
dengan sepuluh juta (107) bintang hingga galaksi raksasa dengan satu triliun
(1012) bintang, semuanya mengorbit pada pusat galaksi. Matahari adalah salah
satu bintang di galaksi Bima Sakti; tata surya termasuk bumi dan semua benda
yang mengorbit matahari.
2.2
Pengertian dan Ciri Galaksi
Galaksi adalah kumpulan bintang yang
membentuk suatu sistem dan terdiri dari banyak benda-benda angkasa berukuran
besar yang dikelilingi oleh benda-benda angkasa secara teratur. Menurut para
ahli Astronomi, pengertian galaksi adalah sistem yang terdiri atas bintang,
debu dan gas yang sangat luas, dengan gaya gravitasi yang dimiliki anggotanya.
Umumnya suatu galaksi terdiri dari milliaran bintang dengan warna, ukuran, dan
karekteristik yang beragam.
Secara etimologi, galaksi berasal
dari bahaya yunani yaitu Galaxias yang berarti sesuatu yang menyerupai susu,
karena waktu itu tampak pita putih samar pada penampakannya di angkasa. Dalam
perkembangannya kemudian berubah menjadi "nebula spiral" untuk objek
tertentu, lalu istilah tersebut berganti menjadi "island universe"
yang berarti alam semesta pulau, namun kata tersebut berubah menjadi "universe" (alam
semesta) berarti keseluruhan jagad raya, kemudian kata tersebut.
Galaksi mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut:
a) Sumber
cahaya berasal dari galaksi itu sendiri dan bukan merupakan cahaya pantulan;
b) Antara
galaksi satu dengan yang lain mempunyai jarak jutaan tahun cahaya;
c) Galaksi-galaksi
lainnya dapat terlihat berada di luar Galaksi Bimasakti;
d) Galaksi
punya bentukan tertentu, misalnya: bentuk spiral, bentuk elips, dan bentuk
tidak beraturan.
2.2.1
Klasifikasi Galaksi
Pada tahun 1925, astronom Edwin
Hubble menyusun pengklasifikasian galaksi yang masih terpakai hingga sekarang.
Berdasarkan bentuknya, galaksi dikelompokkan menjadi tiga - elips, spiral, dan
tidak beraturan - kemudian ditambahkan yang keempat, lentikular. Sekitar 60%
galaksi yang teramati berbentuk spiral, 20% lentikular, 15% elips, dan 3%-5%
tidak beraturan.
1) Galaksi
Elips
Galaksi Elips (E) memiliki bentuk
spheroidal yang memipih ke arah tepi. Galaksi elips dari 0-7 menurut
kelonjongan elipsnya.
2) Galaksi
Lentikular
Galaksi lentikular (SO) memiliki
kemiripan dengan galaksi elips, namun memiliki pusat yang menonjol seperti
galaksi spiral.
3) Galaksi
Spiral
Galaksi spiral memiliki
lengan-lengan spiral yang berada di intinya. Galaksi spiral dikelompokkan lagi
menjadi Sa, Sb, dan Sc menurut ukuran inti dan bentuk lengan spiralnya.
Bimasakti merupakan galaksi spiral Sb.Galaksi spiral normal (S) memiliki dua
lengan spiral yang bersebarangan satu sama lain. Galaksi spiral batang (Sb)
ditandai dengan adanya pita bintang-bintang dan materi antarbintang yang
berasal dari penggabungan lengan spiral.
4) Galaksi
Tidak Beraturan
Galaksi tidak beraturan tidak
memiliki inti, lengan, atau pun bentuk khusus. Galaksi tidak beraturan tipe I
(Irr I) tidak memiliki struktur apa pun, adapun tipe II (Irr II) masih
menunjukkan struktur yang berubah akibat gangguan.
Jarak
Galaksi
Galaksi baru itu berada pada jarak
13 miliar tahun cahaya, 150 juta tahun cahaya lebih jauh daripada jarak galaksi
terjauh yang ditemukan sebelumnya. Cahaya dari galaksi ini telah menempuh ruang
angkasa sejak alam semesta masih berusia 400 juta tahun, tak lama sesudah
bintang-bintang pertama mulai terbentuk.
Gugus
Galaksi
Alam semesta dipenuhi oleh berbagai
struktur besar. Bintang dikumpulkan bersama menjadi galaksi, galaksi
dikumpulkan menjadi grup galaksi, dan grup-grup galaksi dikumpulkan bersama
menjadi gugus galaksi. Apa itu gugus galaksi? Mari pelajari lebih jauh. Galaksi
Bimasakti kita sendiri adalah bagian dari grup galaksi yang disebut Grup Lokal.
Grup Lokal memiliki anggota sekitar 50 galaksi; yang sebagian besar galaksi
kerdil. Galaksi Bimasakti, Andromeda dan Triangulum adalah tiga galaksi spiral
besar di Grup Lokal.
Pada skala yang lebih besar, Grup
Lokal merupakan bagian dari sebuah gugus galaksi yang disebut Gugus Galaksi
Virgo yang berisi hingga 2000 galaksi dari berbagai macam grup galaksi. Pusat
Gugus Galaksi Virgo terletak sekitar 59 juta tahun cahaya di konstelasi Virgo.
Gugus Galaksi Virgo ini memiliki massa sekitar 1,5 kuadriliun kali massa
Matahari. Salah satu galaksi yang terbesar dan paling terang di Gugus Galaksi
Virgo adalah galaksi raksasa elips Messier 87, yang teletak pada jarak 16,4
juta parsek (atau sekitar 53,4 tahun cahaya) dari Bumi.
Sebuah gugus galaksi terdiri dari
puluhan grup galaksi. Grup-grup galaksi tersebut jika digabungkan menjadi gugus
galaksi bisa mencapai angka ribuan galaksi. Seluruh galaksi pada gugus galaksi
ini saling terikat oleh gaya tarik gravitasi.
Gugus galaksi biasanya bisa berisi
50-1000 galaksi, dan memiliki massa total antara 100 triliun hingga 1
kuadriliun massa matahari, serta bisa membentang hingga jarak 30 juta tahun
cahaya lebarnya. Yang lebih besar lagi dari gugus galaksi ternyata masih ada,
yakni supergugus galaksi. Supergugus benar-benar merupakan struktur terbesar di
alam semesta. Supergugus memiliki jutaan anggota galaksi dari berbagai gugus
galaksi dan bisa membentang hingga jarak lebih dari 100 juta tahun cahaya
lebarnya.
Gugus Galaksi Virgo sendiri berada
di Supergugus Galaksi Laniakea. Supergugus tempat Bumi berada ini dipastikan
keberadaannya pada September 2014 ketika sekelompok astronom yang diketuai R.
Brent Tully dari Universitas Hawaii menciptakan cara baru menentukan supergugus
galaksi sesuai kecepatan relatif galaksi. Supergugus terdekat dengan Laniakea
adalah Supergugus Galaksi Shapley, Supergugus Galaksi Hercules, Supergugus
Galaksi Coma, dan Supergugus Galaksi Perseus-Pisces. Nama Laniakea berarti
"langit mahaluas" dalam bahasa Hawaii yang terdiri dari kata "lani"
(langit) dan "akea" (luas atau sangat luas). Nama ini disarankan oleh
Nawa'a Napoleon, dosen pembantu jurusan bahasa Hawaii di Kapiolani Community
College. Nama ini diberikan untuk menghormati para penjelajah Polinesia yang
memanfaatkan pengetahuan langit mereka saat menjelajahi Samudra Pasifik.
Pengertian
Jagat Raya
Jagat raya adalah alam semesta atau
antariksa yaitu ruangan yang meluas ke segala arah, tidak terhingga, tetapi ada
batasan-batasannya yang belum dapat diketahui. Jagat raya diduga bentuknya
melengkung dan dalam keadaan memuai Jagat raya terdiri atas galaxi-galaxi atau
sistem bintang yang jumlahnya ribuan. Salah satu diantaranya adalah Galaksi
Bima sakti ( MilkyWay Galaxy)
Teori-Teori
Terbentuknya Jagat Raya
1. Teori “Big Bang” (Dentuman Besar)
Menurut teori ini, jagat raya
terbentuk dari ledakan dahsyat yang terjadi kira-kira 13.700 juta tahun yang
lalu. Akibat ledakan tersebut materi-materi dengan jumlah sangat banyak
terlontar ke segala penjuru alam semesta. Materi-materi tersebut akhirnya
membentuk bintang, planet, debu kosmis, asteroid, meteor, energi, dan
partikel-partikel lain. Teori ”Big Bang”
ini didukung oleh seorang astronom dari Amerika Serikat, yaitu Edwin Hubble.
Berdasarkan pengamatan dan
penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa jagat raya ini tidak bersifat
statis. Semakin jauh jarak galaksi dari Bumi, semakin cepat proses
pengembangannya. Penemuan tersebut dikuatkan lagi oleh ahli astrofisika dari
Amerika Serikat, Arno Pnezias dan Robert Wilson pada tahun 1965 telah mengukur
tahap radiasi yang ada di angkasa raya.
2. Teori
“Keadaan Tetap” (Stabil)
Teori ”keadaan tetap” atau teori
ciptaan sinambung menyatakan bahwa jagat raya selama berabad-abad selalu dalam
keadaan yang sama dan zat hidrogen senantiasa dicipta dari ketiadaan.
Penambahan jumlah zat, dalam teori ini memerlukan waktu yang sangat lama, yaitu
kira-kira seribu juta tahun untuk satu atom dalam satu volume ruang angkasa.
Teori ini diajukan oleh ahli astronomi Fred Hoyle dan beberapa ahli astrofisika
Inggris.
Dalam teori ”keadaan tetap”, kita
harus menerima bahwa zat baru selalu diciptakan dalam ruang angkasa di antara
berbagai galaksi, sehingga galaksi baru akan terbentuk guna menggantikan
galaksi yang menjauh. Orang sepakat bahwa zat yang merupakan asal mula bintang
dan galaksi tersebut adalah hidrogen.
3. Teori
“Mengembang dan Memampat” (The Oscillating Theory)
Teori ini dikenal pula dengan nama
teori ekspansi dan konstraksi. Menurut teori ini, jagat raya terbentuk karena
adanya suatu siklus materi yang diawali dengan masa ekspansi atau mengembang
yang disebabkan oleh adanya reaksi inti hidrogen, pada tahap ini terbentuklah
galaksi-galaksi.
Tahap ini diperkirakan berlangsung selama 30 milyar tahun,
selanjutnya galaksi-galaksi dan bintang yang telah terbentuk akan meredup,
kemudian memampat yang didahului dengan keluarnya pancaran panas yang sangat
tinggi. Setelah tahap memampat maka tahap berikutnya adalah tahap mengembang
dan kemudian memampat lagi.
4. Teori
“Alam Semesta Quantum”
Teori ini diciptakan oleh William
Lane Craig pada tahun 1966. Dia mengemukakan bahwa alam semesta adalah sudah
ada selamanya dan akan selalu ada untuk selamanya pula. Dalam teori ini, ruang
hampa pada hakikatnya tidak ada, yang ada adalah partikel-partikel sub atomik.
5. Teori
berayun
Berdasarkn teori ini semua materi
salimg menjauh dan berasal dari massa yang padat. Selanjutnya, materi itu
geraknya melambat kemudian berhenti dan mulai mengerutlagi akibat gaya
grafitasi. Lalu materi tersebut akan memadat dan meledak lagi. Dalam proses ini
tidak ada materi yang rusak maupun tercipta akan tetapi hanya berubah tatanan.
Pengertian
Tata Surya
Tata Surya adalah kumpulan benda-benda langit yang terdiri
dari sebuah bintang besar yang disebut matahari, dan semua objek yang terikat
oleh gaya grafitasinya. Objek-objek tersebut adalah delapan buah planet yang
sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil, 173 satelit
alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid,
komet) lainnya. Tata Surya (Solar System) atau yang juga disebut keluarga
matahari (The sun and its family) adalah suatu sistem yang teridiri dari
Matahari sebagai pusar Tata Surya itu dan di kelilingi dengan planet-planet,
komet (bintang berekor), meteor (bintang beralih), satelit, dan asteroid.
2.4.1 Asal
Usul Tata Surya
Tentang teori asal tata surya ini
banyak dikemukakan orang,tetapi belum ada satupun yang dapat diterima oleh
semua pihak.
Berikut ini diantara teori-teori
tersebut :
1. Teori
Hipotesis Nebular
Dikemukakan oleh Kant dan Laplace
(1796) yang meyakini terbentuknya tata surya merupakan kondensasi awan panas
atau kabut gas yang sangat panas, yang sebagian terpisah dan merupakan
cicin yang mengelilingi pusat. Pusatnya
itu menjadi sebuah bintang atau matahari. Bagian yang mengelilingi pusat
tersebut berkondensasi membentuk suatu formula yang serupa dengan terbentuknya
matahari tadi, setelah mendingin, benda-benda ini akan menjadi planet-planet
seperti bumi dengan benda-benda yang mengelilinginya.
2. Teori
Hipotesis planettesimal
Dikemukakan oleh Chamberlain dan
Moulton. Hipotesis ini bertitik tolak dari pemikiran yang sama dengan teori
Nebular yang menyatakan bahwa system tata surya terbentuk dari kabut gas yang
sangat besar, berkondensasi, perbedaannya ialah terletak pada asumsi bahwa
terbentuknya planet-planet itu tidak harus dari satu badan, tetapi diasumsikan
adanya bintang besar lain yang kebetulan sedang lewat di dekat bintang yang
merupakan bagian dari tata surya kita. Kabut gas dari bintang lain itu sebagian
terpengaruh oleh daya tarik matahari kita dan setelah mendingin terbentuklah
benda-benda yang disebut Planettesemal. Planettesemal merupakan benda-benda
kecil yang padat. Teori ini merupakan jawaban dari pertanyaan mengapa ada
satelit-satelit pada Jupiter maupun saturnus yang orbitnya berlawanan rotasi
planet itu.
3. Teori
Tidal atau teori pasang surut
Dikemukakan oleh James dan Harold
Jeffreys (1919). Menurutnya planet merupakan pecikan dari matahari yang disebut
Tidal. Tidal yang besar akan menjadi planet baru disebabkan karena bergerak
mendekatnya dua matahari, hal ini jarang sekali terjadi. Seperti dalam teori
diatas bahwa dua bintang yang saling mendekat akan membentuk planet yang baru.
4. Teori
Bintang Kembar
Berpendapat bahwa dulu matahari
adalah sepasang bintang kembar. Oleh suatu sebab salah satu bintang meledak
akibat gaya tarik gravitasi, bintang yang satunya sekarang menjadi matahari,
pecahannya tetap beredar mengelilinginya.
5. Teori
Creatio Continua
Dikemukakan Fred Hoyle, Bondi dan
Gold. Berpendapat bahwa saat diciptakan alam semesta ini tidak ada, alam
semesta ada dan selamanya tetap ada setelah diciptakan. Setiap saat ada
partikel yang dilahirkan dan ada yang lenyap, yang kemudian mengembun menjadi kabut,
bintang dan jasad alam semesta, karena partikel yang lebih besar daripada
partikel yang lenyap, maka jumlah materi makin bertambah dan mengakibatkan
pemuaian alam semesta. Penegmbangan tersebut mencapai titik batas 10 milyar
tahun, dalam kurun waktu tersebut akan menghasilkan kabut-kabut baru. Teori ini
berpendapat bahwa 90 % materi alam semesta ialah hedrogen yang akhirnya
membentuk helium dan zat-zat lainnya.
6. Teori
G.P. Kuiper (1950)
Teori ini didasari keadaan yang
ditemui di luar tata surya yang mengandaikan matahari serta semua planet
berasal dari gas purba di ruang angkasa, proses terlahirnya bintang dikarenakan
banyaknya kabut gas, yang lambat laun memampatkan diri menjadi massa yang
semakin lama semakin padat dikarenakan gaya gravitasi molekul tersebut. Satu
atau dua materi memadat di tengah dan gumpalan kecil melesat di sekeitarnya.
Gumpalan tengah menjadi matahari dan gumpalan kecil menjadi bakal planet.
Matahari yang sudah menjadi padat menyala dengan adanya api nuklir dan kemudian
mendorong gas yang masih membungkus planet menjadi sirna sehingga tampak
telanjang.
Bagian-Bagian
Tata Surya
1) Matahari
Matahari merupakan anggota tata
surya yang paling besar. Pada tata surya kita di mana 98 % massa tata surya
terkumpul pada Matahari. Di samping sebagai pusat peredaran, Matahari juga
merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari
inti dan tiga lapisan kulit, masing-masing fotosfer, chromosfer, dan corona.
Pada pusat Matahari, suhunya mencapai jutaan derajat Celcius dan tekanannya
ratusan juta atmosfer. Kulit fotosfer suhunya ± 6000° C dan memancarkan hampir
semua cahaya.
Menurut J.R. Meyer, panas Matahari
berasal dari batu meteor yang berjatuhan dengan kecepatan tinggi pada permukaan
Matahari. Sedangkan menurut teori kontraksi H. Helmholz, panas itu berasal dari
menyusutnya bola gas.
Matahari sangat penting bagi
kehidupan di muka bumi karena: Merupakan sumber energi (sinar panas). Energi
yang terkandung dalam batubara dan minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari.
Mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya
siang dan malam, bulan, tahun, serta peredaran planet lain. Dengan mempelajari
matahari yang merupakan bintang yang terdekat, berarti mempelajari
bintang-bintang lain.
2) MERKURIUS
Merkurius adalah planet yang
terdekat dengan matahari dan juga paling kecil di antara semua planet. Garis
tengah planet ini kurang lebih 4.847 kilometer waktu yang dipergunakan untuk
mengelilingi matahari adalah 88,8 hari dan waktu rotasinya juga selama 88,8
hari. Jarak Merkurius dengan matahari adalah 57.910.000 km.
3) VENUS
Venus adalah planet kedua setelah
Merkurius. Planet ini adalah planet yang paling terang di antara planet yang
lain karena jaraknya yang relatif dekat dengan planet Bumi. Garis tengah planet
ini kurang lebih 12.205 kilometer dan besarnya hampir sama dengan Bumi. Waktu
yang diperlukan untuk mengelilingi matahari adalah 224,7 hari dan waktu
rotasinya selama 225 hari atau kurang lebih 7,5 bulan. Jarak Venus dengan
matahari adalah 108.210.000 km.
4) BUMI
DAN BULAN
Bumi merupakan planet ketiga dalam
Tata Surya. Dari sembilan planet yang dikenal manusia, Planet Bumilah yang
banyak dihuni makhluk hidup. Planet Bumi mempunyai lapisan atmosfer yang di
dalamnya banyak mengandung unsur-unsur kimia yang banyak dibutuhkan oleh
makhluk hidup. Jarak bumi dengan matahari oleh para ahli Astronomi dinamakan
satu satuan Astronomi atau sama dengan 159.000 kilometer (IS·A = 159.000.000
km). Bumi mengelilingi matahari membutuhkan waktu 365 hari 6 jam 9 menit 10
detik, tetapi atas dasar kesepakatan ahli astronomi mengacupada periode antara
pertemuan matahari dengan bintang Aries, yaitu 365hari 5 jam 48 menit 46 detik
atau sama dengan Satu Tahun Tropik. Bumi berputar pada porosnya membutuhkan waktu
23 jam 56 menit atau sama dengan Satu Hari Bintang.
Bumi selalu diikuti Bulan sebagai
satelit bumi selama mengelilingi matahari. Bulan berotasi dan juga melakukan
revolusi mengelilingi Bumi selama 2731 hari sampai 2931 hari. Peredaran Bulan
mengelilingi Bumi dan sekaligus juga mengelilingi matahari.
5) MARS
Planet Mars mempunyai garis tengah
kurang lebih 6.792 kilometer. Waktu yang digunakan untuk mengelilingi matahari
kurang lebih 697 haridengan rotasi selama 24 jam 37 menit.
Planet Mars mempunyai sejumlah air
dan oksigen demikian juga pergantian musim, bahkan di sana juga terdapat polar
icecaps, yaitu tudung es kutub yang luasnya tidak selalu tetap. Hal ini
menimbulkan dugaan adanya pergantian musim di sana. Warnanya hijau mendekati
kecokelatan sehingga menunjukkan adanya flora dandaerah gurun. Mars mempunyai
dua satelit, yaitu Dcimos (satelit luar) dan Phobos (satelit dalam). Kedua
satelit ini ditemukan oleh Hall pada tahun 1877. Jarak Mars dengan Matahari
adalah 227.940.000 km.
6) YUPITER
Yupiter adalah planet terbesar dalam
sistem Tata Surya kita. Diameternya lebih dari 130.000 kilometer, massanya
lebih kurang 3 2 massa seluruh anggota Tata Surya yang di luar matahari. Rotasi
Yupiter terhadap matahari paling cepat, yaitu 10 jam sekali putaran. Planet ini
mempunyai keistimewaan, yaitu adanya unsur kimia yang terkandung di dalam
sangat rendah, atmosfernya hampir tidak berotasi (sangat lambat). Sekalipun
berukuran sangat besar kepadatan planet ini sangat rendah karena sebagian besar
terdiri atas unsur-unsur ringan, antara lain 85% Hidrogen dan 15% Helium.
Campuran yang lain sedikit sekali berupa CH4, NH3, dan lainnya. Yupiter
mempunyai banyak satelit, yaitu 14 buah.
Penemuan terakhir menunjukkan satelitnya lebih banyak lagi.
Empat dari satelit itu adalah Io, Europa, Ganymade (satelit terbesar hampir
sebesar bumi), dan Calistio. Jarak Yupiter dengan Matahari adalah 778.300.000
kilometer.
7) SATURNUS
Planet Saturnus ditemukan pada abad
ke-18 setelah planet Uranus. Waktu yang digunakan untuk mengelilingi matahari
kurang lebih 29–30 tahun, sekali berotasi memerlukan waktu 387 hari. Saturnus
mempunyai atmosfer yang hampir sama dengan Yupiter, yaitu terdiri atas
unsur-unsur amonia. Saturnus mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan planet
lain, di antaranya memiliki cincin, terdiri atas tiga bagian yang konsentris,
yaitu bagian dalam, gelang berbentuk khas (dusky ring), dan bagian luar.
Cassini gelang yang paling terang adalah gelang bagian dalam, dan planet ini
memiliki 9 buah satelit.
Tebal cincin Saturnus kurang lebih
antara 10 sampai 100 meter saja, unsur-unsurnya mengandung butiran es dan
sangat halus. Lebar cincin sekitar 275.000 kilometer. Planet ini nomor 3 paling
terang di antara ke sembilan planet. Saturnus mempunyai 10 satelit yang
mengelilinginya. Jarak antara Saturnus dan Matahari adalah 1.427.000.000
kilometer.
8) URANUS
Planet Uranus baru ditemukan pada
tahun 1781 oleh William Herschel di Inggris yang semula disangka komet. Mulanya
planet ini dinamakan Gregorium Titus (sebagai penghargaan kepada Raja Georgia
III). Akan tetapi, para astronom menyebutnya Planet Herschel, kemudian oleh
Boscho disebut dengan Uranus. Waktu yang digunakan untuk mengelilingi matahari
kurang lebih 84 tahun dengan waktu rotasi 369 hari. Planet ini mempunyai dua
buah satelit. Garis tengah planet ini 19.750 kilometer.
Uranus mempunyai keistimewaan bahwa
sumbunya terletak sebidang dengan bidang revolusinya. Jarak Uranus dengan
Matahari adalah 2.863.840.000 kilometer.
9) NEPTUNUS
Planet Neptunus ditemukan oleh
Bonvard pada tahun 1821 di Paris, Prancis. Jika dilihat dari bentuknya Neptunus
merupakan saudara kembar Uranus, terutama besarnya. Radiusnya sekitar 4 kali
radius bumi. Garis tengahnya kurang lebih 53.000 kilometer. Waktu yang
digunakan untuk mengelilingi matahari kurang lebih 164,79 tahun, sedangkan
rotasinya 15 jam. Susunan atmosfernya terdiri atas metana. Planet ini mempunyai
lima satelit. Dari lima satelit ini ada dua satelit besar yang diberi nama
Tritondan Nereid.
Benda-Benda
Lain Dalam Tata Surya
Pada tata surya, kecuali terdapat
planet-planet yang telah disebutkan di muka, terdapat pula benda-benda lain
berikut ini.
1. Planetoida
atau Asteroida
Pada tahun 1801, Piazzi, seorang
astronom bangsa Italia melalui observasinya dengan teleskop menemukan benda
langit yang berdiameter± 900 km (Bulan berdiameter 3000 km) beredar
mengelilingi Matahari. Dalam beberapa tahun kemudian ternyata ditemukan pula
beberapa benda semacam itu. Benda-benda itu mengorbit mengelilingi Matahari
pada jarak antara Mars dan Yupiter. Pada saat ini, benda semacam itu telah
diketahui sebanyak + 2000 buah, berbentuk bulat dan kecil. Yang terbesar
bernama Ceres dengan diameter 750 km. Benda-benda langit itu disebut planetoida
atau “bukan planet”, untuk membedakannya dengan planet utama yang telah
diterangkan.
2. Komet
atau Bintang Berekor
Meskipun komet disebut sebagai
bintang berekor, tetapi komet bukan tergolong bintang alam dalam arti yang
sebenarnya. Komet merupakan anggota tata surya, yang beredar mengelilingi
Matahari dan menerima energinya dari Matahari.
Komet sebenarnya merupakan kumpulan
bungkah-bungkah batu yang diselubungi kabut gas.diameter komet termasuk
selubung gas nya kurang lebih 100.000 km,sedangkan diameter inti yang berupa
bungkah-bungkah batu berkisar antara 10 sampai 20 km.cahaya matahari yang
mengenai komet sebagian dipantulkan,sedangkan lainnya berupa sinar ultra violet
akan terjadi eksitasi pada gas yang menyelubungi komet.akibat eksitasi ini akan
terjadi resonansi atau fluorescensi, dan gas berpendar memancarkan cahaya.
3. Meteor
atau Bintang Beralih
Meteor bukan tergolong bintang
karena meteor merupakan anggota tata surya. Meteor berupa batu-batu kecil yang
berdiameter antara 0,2 sampai 0,5 mm dan massanya tidak lebih dari 1 gram.
Meteor ini semacam debu angkasa yang bergerak dengan kecepatan rata-rata 60
km/detik atau 60 x 60 x 60 km per jam.
Beberapa meteor besar pernah sampai
dipermukaan bumi dan disebut meteorid. Meteorid mengandung besi dan nikel.
Meteorid digolongkan menjadi 3 jenis:
-
Meteorid besi nikel mengandung 90%
besi dan 8% nikel.
-
Meteorid batu mengandung banyak
kalsium dan magnesium.
-
Meteorid tektite mengandung asam
kersik 80%.
4. Satelit
Satelit merupakan pengiring planet.
Satelit beredar mengelilingi planet, dan bersamasama beredar mengelilingi
Matahari. Peredaran satelit mengelilingi planet disebut gerak revolusi satelit.
Di samping itu, satelit juga melakukan gerak rotasi, yaitu beredar mengelilingi
sumbunya sendiri. Pada umumnya, arah rotasi dan revolusi satelit sama dengan
arah rotasi dan revolusi planetnya, yaitu dari Barat ke Timur, kecuali satelit
dari planet Neptunus.
Planet yang telah diketahui tidak
mempunyai satelit adalah Merkurius, Venus, dan mungkin juga Pluto.
Pengertian
Bumi
Bumi
adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya
mencapai 4,6 milyar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta
kilometer atau 1 AU (ing: astronomical unit). Bumi mempunyai lapisan udara
(atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan
Bumi dari angin matahari, sinar ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa.
Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer.
Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer,
dan Eksosfer.
Lapisan
ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan
melindungi bumi dari sinar ultraungu. Perbedaan suhu permukaan bumi adalah
antara -70°C hingga 55°C bergantung pada iklim setempat. Sehari di dibagi
menjadi 24 jam dan setahun di bumi sama dengan 365,2425 hari. Bumi mempunyai
massa seberat 59.760 milyar ton, dengan luas permukaan 510 juta kilometer persegi.
Berat jenis Bumi (sekitar 5.500 kilogram per meter kubik) digunakan sebagai
unit perbandingan berat jenis planet yang lain, dengan berat jenis Bumi dipatok
sebagai 1.
Bumi
mempunyai diameter sepanjang 12.756 kilometer. Gravitasi Bumi diukur sebagai 10
N kg-1 dijadikan unit ukuran gravitasi planet lain, dengan gravitasi Bumi
dipatok sebagai 1. Bumi mempunyai 1 satelit alami yaitu Bulan. 70,8% permukaan
bumi diliputi air. Udara Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1%
uap air, karbondioksida, dan gas lain.
Bumi
diperkirakan tersusun atas inti dalam bumi yang terdiri dari besi nikel beku
setebal 1.370 kilometer dengan suhu 4.500°C, diselimuti pula oleh inti luar
yang bersifat cair setebal 2.100 kilometer, lalu diselimuti pula oleh mantel
silika setebal 2.800 kilometer membentuk 83% isi bumi, dan akhirnya sekali
diselimuti oleh kerak bumi setebal kurang lebih 85 kilometer.
Kerak bumi
lebih tipis di dasar laut yaitu sekitar 5 kilometer. Kerak bumi terbagi kepada
beberapa bagian dan bergerak melalui pergerakan tektonik lempeng (teori
Continental Drift) yang menghasilkan gempa bumi.
Titik
tertinggi di permukaan bumi adalah gunung Everest setinggi 8.848 meter, dan
titik terdalam adalah palung Mariana di samudra Pasifik dengan kedalaman 10.924
meter. Danau terdalam adalah Danau Baikal dengan kedalaman 1.637 meter,
sedangkan danau terbesar adalah Laut Kaspia dengan luas 394.299 km2.
Bagian-Bagian
Bumi
Bumi telah
terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu. Bumi merupakan planet dengan
urutan ketiga dari sembilan planet yang dekat dengan matahari. Jarak bumi
dengan matahari sekitar 150 juta km, berbentuk bulat dengan radius ± 6.370 km.
Bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh berbagai jenis mahluk
hidup. Permukaan bumi terdiri dari daratan dan lautan. Secara struktur, lapisan
bumi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut :
a. Kerak
bumi (crush) merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal lapisan
kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari
batu-batuan basa dan masam. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh
mahluk hidup. Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 oC.
Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan
litosfer.
b. Selimut
atau selubung (mantle) merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan kerak
bumi. Tabal selimut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat.
Suhu di bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000 oC.
c. Inti
bumi (core), yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi
(90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900 – 5200 km.
Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisan
inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya
mencapai 2.200 oC. inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola
dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi
yang suhunya mencapai 4.500 oC.
Rotasi Bumi
Bumi melakukan beberapa gerak yang alami, yaitu gerak rotasi
dan revolusi. Gerak rotasi bumi merupakan gerak berputarnya bumi pada porosnya
(sumbu). Gerakan rotasi ini menyebabkan daerah sepanjang equator bergerak
cepat, sedangkan di daerah kutub hampir-hampir tidak mengalami pergerakan. Bumi
yang berbentuk bulat mengalami perubahan bentuk akibat gerakan rotasi yang
dilakukan. Perubahan tersebut adalah terbentuknya daerah agak pepat di kedua
kutubnya dan seakan-akan sebagian massa bumi tertumpuk di daerah equator.
Bentuk ini disebabkan rotasi bumi yaitu perputaran bumi pada porosnya. Gerak
rotasi bumi terjadi dari arah barat ke timur. Jika dilihat dari kutub utara,
rotasi bumi memiliki arah berlawanan arah jarum jam. Sedangkan jika dilihat
dari arah kutub selatan arah rotasi bumi searah dengan arah jarum jam.
Poros (sumbu) bumi merupakan garis khayal yang menandakan
sumbu rotasi dari bumi, yang melalui kutub utara dan kutub selatan. Poros bumi
tidaklah tegak lurus, tetapi mengalami kemiringan sebesar 23,5o dari garis
tegaknya.
Pengertian
Bulan
Bulan adalah satelit alami Bumi
satu-satunya dan merupakan bulan terbesar kelima dalam Tata Surya. Bulan juga
merupakan satelit alami terbesar di Tata Surya menurut ukuran planet yang
diorbitnya, dengan diameter 27%, kepadatan 60%, dan massa 1⁄81 (1.23%) dari
Bumi. Di antara satelit alami lainnya, Bulan adalah satelit terpadat kedua
setelah Io, satelit Yupiter.
Bulan berada pada rotasi sinkron
dengan Bumi, yang selalu memperlihatkan sisi yang sama pada Bumi, dengan sisi
dekat ditandai oleh mare vulkanik gelap yang terdapat di antara dataran tinggi
kerak yang terang dan kawah tubrukan yang menonjol. Bulan adalah benda langit
yang paling terang setelah Matahari. Meskipun Bulan tampak sangat putih dan
terang, permukaan Bulan sebenarnya gelap, dengan tingkat kecerahan yang sedikit
lebih tinggi dari aspal cair. Sejak zaman kuno, posisinya yang menonjol di
langit dan fasenya yang teratur telah memengaruhi banyak budaya, termasuk
bahasa, penanggalan, seni, dan mitologi. Pengaruh gravitasi Bulan menyebabkan
terjadinya pasang surut di lautan dan pemanjangan waktu pada hari di Bumi.
Jarak orbit Bulan dari Bumi saat ini adalah sekitar tiga puluh kali dari
diameter Bumi, yang menyebabkan ukuran Bulan yang muncul di langit hampir sama
besar dengan ukuran Matahari, sehingga memungkinkan Bulan untuk menutupi
Matahari dan mengakibatkan terjadinya gerhana matahari total. Jarak linear
Bulan dari Bumi saat ini meningkat dengan laju 3.82±0.07 cm per tahun, meskipun
laju ini tidak konstan.
Bulan diperkirakan terbentuk sekitar
4,5 miliar tahun yang lalu, tak lama setelah pembentukan Bumi. Meskipun
terdapat sejumlah hipotesis mengenai asal usul Bulan, hipotesis yang paling
diterima saat ini menjelaskan bahwa Bulan terbentuk dari serpihan-serpihan yang
terlepas setelah sebuah benda langit seukuran Mars bertubrukan dengan Bumi.
Asal Mula
Bulan
Ada dua teori pokok mengenai asal
mula bulan. Yang pertama memandang bahwa dahulu bulan merupakan bagian bumi dan
terpisahkan dari bumi oleh kekuatan pasang air atau oleh daya tarik gravitasi
dari sebuah bintang yang lewat. Bukan dicabut dari lubang dalam kerak bumi,
yang sekarang diisi oleh Samudera Pasifik.
Teori kedua menekankan bahwa bumi
dan bulan terbentuk pada waktu yang hampir bersamaan dari suatu timbunan materi
dingin, yang pada waktu itu berkeliling di sekitar matahari. Proses serupa
ditekankan pula bagi asal mula planet-planet lain dan satelit-satelitnya. Dalam
teori pertama, diduga bahwa materi aslinya panas dan membentuk benda-benda yang
sekarang menjadi dingin. Sebaliknya teori kedua menggambarkan pembentukan bumi,
bulan, dan benda-benda tata surya lain dari materi dingin, beberapa diantaranya
sekarang menjadi panas sebagai akibat tekanan internal dan radioaktivitas.
Teori ketiga menyatakan bahwa bulan itu bekas planet yang terperangkap oleh
bumi.
Menurut hipotesis yang kedua, bulan
itu kira-kira sama tuanya dengan bumi, yaitu sekitar 4.500.000.000 tahun. Akan
tetapi sudah barang tentu bagian permukaan bulan berbeda-beda menurut umurnya,
tepat seperti halnya dengan bagian permukaan bumi.
Sifat-Sifat
Fisik Bulan
1. Permukaan
Bulan
Pertama kali Galileo mengarahkan
teleskopnya ke bulan pada tahun 1609, ia melihat permukaannya secara cukup
terperinci. Ia mengenal bernagai gunung dan daerah gelap yang luas yang
dinamainya “ maria”, karena ia menganggap bahwa mungkin daerah itu laut. (
maria adalah lata Latin untuk “laut” ). Kata “maria” masih digunakan meskipun
sekarang kita mengetahui bahwa di bulan tidak terlihat adanya kumpulan air.
Seorang pengamat bulan di bumi dapat
membedakan daerah-daerah yang terang dan yang gelap. Daerah yang terang pada
umumnya merupakan tanah tinggi, sedangkan daerah yang gelap merupakan daerah
rata serta rendah. Banyak bagian yang terlihat, bentuk bayangan-bayangan ke
permukaan bulan.
Bagian permukaan yang terluas di
bulan dan yang hanya dapat dilihat dengan mata telanjang adalah maria. Bagian
ini lebih gelap daripada bagian permukaan selebihnya dan merupakan
daerah-daerah datar yang ditabur dengan batuan, serta dipenuhi oleh
kawah-kawah. Yang terbesar adalah Mare Imbrium, sekitar 1100 km melintang.
Sejumlah besar kawah yang sering
disebut “dataran dinding”, sebab kawah-kawah ini mengelilingi permukaan dataran
yang mungkin terang warnanya seperti bukit-bukit di bulan atau gelap seperti
maria. Garis tengah kawah yang terbesar dapat mencapai lebih dari 300 km.
Beberapa kawah sangat dalam, begitu dalamnya sehingga dasarnya selalu dalam
bentuk bayangan. Namun ada pula kawah yang semata-mata merupakan lubang dengan
sedikit peninggian pada pinggirnya yang mengelilingi bagian dangkal di tengah.
Anak sungai adalah lembah seperti
sungai yang dangkal dan dapat terlihat oleh bayang-bayang yang dilontarkan ke
dalamnya. Anak sungai itu mungkin merupakan celah pada permukaan, atau mungkin
juga jurang curam yang terbentuk oleh arus abu dari gunung-gunung berapi.
Gunung-gunung bulan membentuk deretan besar yang tak rata terutama terpusat di
sekeliling maria. Tingginya dapat diukur oleh panjang bayang-bayang yang
dilontarkannya. Yang tertinggi, gunung Leibnitz, mencapai 7.9 km.
2. Jarak
Bulan
Bulan ( = luna ) adalah benda langit yang letaknya terdekat
dengan bumi, bahkan dia adalah satelit bumi (“pengiring bumi”). Dari hasil
pengukuran yang dilakukan, ternyata jarak rata-ratanya dari bumi adalah 385.000
km atau 1/375 jarak rata-rata bumi-matahari, atau juga 60 x jari-jari bumi.
3. Besarnya
Bulan
Diameter bulan adalah 3.480 km, sekitar ¼ diameter bumi.
Planet-planet lain dalam tata surya kita mempunyai satelit, beberapa diantaranya
lebih besar dari milik kita. Akan tetapi, bulan kita adalah yang terbesar dalam
hubungannya dengan besar planet induknya. Massa bulan yang di ukur dengan efek
gravitasinya atas bumi, adalah 1/81 massa bumi. Volumenya 1/50 volume bumi.
Oleh karena itu, bulan kurang padat daripada bumi.
4. Kecerahan
Bulan
Bulan tidak mempunyai cahaya sendiri, tetapi bulan bersinar
karena cahaya pantulan. Persentase cahaya yang dipantulkan oleh bulan dikenal
sebagai albedonya. Bulan memantulkan rata-rata hanya 7% cahaya matahari yang
jatuh secara vertikal diatasnya. Karena di bulan banyak daerah cerah dan gelap,
beberapa daerah memantulkan lebih banyak cahaya, beberapa daerah lainnya
kurang. Seluruh cahaya yang kita lihat pada bulan, datang dari matahari, baik
secara langsung maupun tidak langsung sebagai sinar bumi, setelah pemantulan
dari bumi. Permukaan bumi merupakan reflektor yang jauh lebih baik daripada
permukaan bulan.
5. Suhu
Bulan
Bila di bulan tengah hari, dengan matahari langsung di atas
kepala, suhunya 100°C. Pada malam hari suhu bulan turun sampai sekitar -116°C.
Perbedaan yabg ekstrem tersebut terjadi karena bulan tidak mempunyai atmosfer.
Atmosfer bertindak sebagai selimut dan mencegah pendinginan dan pemanasan yang
melampaui batas. Bukti langsung bahwa bulan tidak mempunyai atmosfer, diperoleh
dengan memperhatikan okultasi, yaitu lintasan sebiah bintang di belakang bulan.
Seandainya bulan mempunyai atmosfer, bintang yang lewat itu akan melenyap
berangsur-angsur, tetapi bintang itu selalu menghilang secara tiba-tiba pula
pada sisi lain bulan.
6. Air
Pasang
Ada dua pasang naik untuk setiap perjalanan bulan melintasi
suatu meridian atau garis utara – selatan bumi, terutama di sebabkan oleh
tarikan gravitasi bulan pada perairan samudera. Dalam perjalanan satu bulan
terdapat dua pasang purnama, yakni bila jarak pasang adalah terbesar, dan dua
pang penuh, yakni bila jarak pasang adalah terkecil. Pada pasang penuh tarikan
matahari dan bulan membuat sudut 90°. Oleh karena itu, pasang purnama terjadi
pada bulan purnama dan buan baru.
Air pasang itu tidak terbatas pada
samudera. Air pasang terjadi dalam setiap badan air, di atmosfer, dan juga di
bumi sendiri. Air pasang bumi tidak sama besarnya dengan air pasang samudera,
karena bumi pada dasarnya merupakan massa padat yang elastis, sedangkan
samudera merupakan zat cair. Pada saat bulan menimbulkan pasang pada bumi, bumi
menimbulkan pasang pada buan.
Gerakan
Bulan
Ada 3 macam gerkan yang dilakukan oleh bulan sekaligus,
yaitu sebagai berikut :
1) Bulan
bergerak/beredar mengelilingi bumi. Lama peredaran ini sama dengan lamanya
waktu berputar pada sumbunya (rotasi). Jangka waktu ini disebut satu bulan.
Akibat bagian bulan yang nampak dari bumi hanyalah sebelah muka yang sama saja,
sedang bagian bulan yang lain tidak pernah nampak.
2) Sambil
melakukan putaran dan peredaran tersebut (1 dan 2) bulan bersama-sama dengan
bumi bergerak mengelilingi matahari. Jadi seolah-olah bulan dibawa oleh bumi
untuk mengadakan revolusi.
3) Bulan
berotasi pada sumbunya secara lambat.
Peredaran
Sideris dan Sinodis
1. Peredaran
Sideris
Bulan beredar mengelilingi bumi
(menempuh satu lingkaran penuh) dalam waktu 271/3 hari atau tepatnya 27 hari 8
jam. Jika bulan pada suatu waktu berada di suatu titik yang searah dengan suatu
bintang tetap tertentu di langit, maka setetlah 271/3 hari dia akan kembali,
menempuh tersebut tadi. Jangka waktu ini disebut bulan sideris atau bulan
bintang (sier = searah). Waktu peredaran ini disebut waktu peredaran sideris
bulan.
2. Peredaran
Sinodis
Setelah selama 271/3 hari bulan betul-betul sudah sempurna
mengelilingi bumi. Hanya pada waktu itu belum terjadi bulan baru. Hanya pada
waktu itu belum terjadi bulan baru, karena bulan baru itu terjadi bila bulan
terletak kembali searah dengan matahari (konjungsi / conjunctie) atau dengan
kata lain perkataan : bumi – bulan dan matahari terletak pada satu garis lurus.
Maka agar terjadi bulan baru lagi
(bumi-bulan-matahari satu baris) bulan harus beredar ±21/3 hari lagi. Waktu
antara 2 waktu berturut-turut “berkumpulnya” kembali dengan matahari ini
dinamakan bulan synodis/bulan matahari (synode = pertama). Peredaran bulan dari
bulan baru ke bulan baru berikutnya seperti itu juga disebut peredaran synodis.
Yang biasa digunakan dalam hidup sehari-hari ialah bulan synodis, sebab
fase-fase bulan (rupa-rupa semu bulan ) dam waktu datangnya bulan-bulan baru
ditentukan oleh peredaran synodis.
Fase Bulan
(Rupa-Rupa Semu Bulan)
Fase bulan disebabkan oleh perubahan posisi relatif bulan,
matahari, dan bumi. Pada saat bulan nampak terang kepada kita di bumi itu hanya
sebagian bulan yang disinari matahari. Bagian yang menghadap ke bumi tidak
seluruhnya kena sinar matahari, melainkan kadang-kadang hanya sebagian saja,
dan kadang-kadang tidak sama sekali.
Apabila bagian cembung bulan
menghadap ke Barat, maka itu adalah bulan timbul, dan apabila menghadap ke
timur bulan surut. Berjenis-jenis rupa (bentuk) bulan seperti yang kelihatan
pada kita itu disebut rupa-rupa semu atau fase-fase dari bulan.
Fase-fase bulan, yaitu :
a) Fase
bulan baru (bulan tidak nampak)
b) Kuartir
pertama 7 3/8 hari (bulan sabit)
c) Bulan
purnama 14 ¾ hari (bulan penuh)
d) Kuartir
ketiga 22 1/8 hari (bulan sabit)
e) Kurtir
keempat 28 ½ hari (menjadi bulan baru)
Peredaran
Semu Sehari-Hari
Bulan terbit di langit bagian Timur, mencapai kulminasi atas
di meridian langit, dan tenggelam di barat. Peredaran semu ini disebabkan oleh
rotasi bumi pada sumbunya.
Hanya lamanya bulan menempuh lingkaran peredaran sehari-hari
tidak sma dengan matahari. Misalnya pada suatu hari bulan merembang pukul 12.00
tengah malam, maka ternyata bahwa malam berikutnya saat merembangnya mundur
hampir 50 menit ( kira-kira jam 00.50 tengah malam )
Setelah bahan baru, bulan berangsur-angsur bergerak di
langit menjauh matahari dan mendekatinya lagi setelah bulan purnama. Waktu yang
digunakan untuk mencapai kulminasi-kulminasi yang berturut-turut ialah : bagi
matahari 24 jam, bagi bulan 24 jam 50 menit.
Untuk ini bumi membutuhkan waktu 24jam/29 = 50 menit
Jadi yang menyebabkan waktu
merembang bulan tiap hari mundur 50 menit adalah gerakan bulan sendiri dengan
arah dari Barat ke Timur.
Aspek
Bulan
Fase bulan itu sejalan dengan aspek bulan, yaitu kedudukan
bulan terhadap matahari dilihat dari bumi. Aspeknya adalah sebagai berikut :
a) Konjungsi
Konjungsi adalah kedudukan bulan searah dengan matahari.
Pada saat itu bagian bulan yang menhadap ke bumi ialah bagian yang sedang malam
(gelap ), sehingga kita tidak akan melihat bulan bercahaya, apalagi kedudukan
bulan bersama-sama dengan matahari, sehingga langit terlalu terang bagi kita
untuk dapat melihat benda langit yang tidak mempunyai cahaya sendiri itu. Dalam
keadaan tertentu, pada aspek konjungsi ini akan terjadi gerhana matahari.
b) Oposisi
Oposisi adalah kedudukan bulan berlawanan arah dengan
matahari dilihat dari bumi. Ingat akan
oposisi planet superior. Pada saat itulah bulan tampak sebagai bulan
purnama, bulan terbit bersamaan dengan matahari terbenam dan terbenam pada
waktu matahari terbit. Dalam keadaan tertentu pada aspek oposisi dapat terjadi
gerhana bulan.
c) Kuarter
Kuarter yaitu pada saat bulan menempati kedudukan tegak
lurus terhadap gairs penghubung bumi matahari. Pada aspek kuarter bulan
memperlihatkan fase perbani waktu itu hanay setengah bulan yang terang. Terjadi
dua kali kuarter bulan dalam sebalum, yang pertama ketika bulan bertambah
besar, dinamakan kuarter pertama. Kuarter yang kedua ketika bulan bertambah
kecil, enam hari setelah purnama, disebut kuarter akhir.
d) Fase
Sabit (Cresent) dan Benjol ( Gibbous)
Dalam satu sinodik, berlangsung pergantian fase bulan
sebagai berikut :
Bulan baru-sabit-perbani awal - benjol-purnama - benjol -
perbani akhir - sabit - bulan baru lagi.
Orbit Dan
Librasi Bulan
1) Orbit
Bulan
Bulan tidak selalu terletak pada bidang yang sama. Baik
bentuk maupun posisinya yang relatif terhadap matahari dan bumi terus-menerus
berubah. Karena sebab inilah, bagian bulan yang terlihat dari bumi agak berbeda
sehingga setelah suatu periode waktukita dapat melihat 59% permukaan bulan pada
suatu tempat pengamatan di bumi. Perubahan–perubahan dalam orbit bulan terjadi
dalam daur-daur. Karena hal inilah, permukaan bulan yang dapat dilihat
mengalami gerak berguncang, atau librasi, yang menjadikan daerah-daerah kecil
di dekat tepi cakram yang dapat diamati itu terlihat.
2) Librasi
Bulan
Bagian bulan yang dapat kita saksikan dari bumi ternyata
lebih luas sedikit dari separo bagian dari bulan separuhnya. Sebab kutub-kutub
bulan (“kutub” utara dan selatannya), begitu pula bagian-bagian tepi (kiri dan
kanan) dapat berganti-ganti tampak pada kita. Kejadian ini disebabkan oleh
suatu gejala yang disebut “gejangan” semu bulan terhadap bumi atau librasi
bulan.
Ada 3 librasi dikenal, yaitu :
a. Librasi
Dalam Garis Lintang
Librasi dalam garis lintang ini disebabkan karena sumbu
bulan yang letaknya miring (condong) terhadap bidang lintasannya dan tetap
kedudukannya selama peredarannya mengelilingi bumi.
b. Librasi
Dalam Garis Membujur
Librasi dalam garis membujur ini terjadi karena kecepatan
bergeraknya bulan memgelilingi bumi tidaklah tetap, kadang-kadang cepat,
kadang-kadang lambat.padahal geraknya berputar pada sumbunya selalu tetap.
c. Librasi
Paralaks
Librasi ini terjadi kerana adanya beda lihat antara orang-orang/
pengamat-pengamat yang berada di tempat-tempat yag berlainan letaknya di bumi.
Akibat librasi yang tiga macam itu, maka sesungguhnya orang
di bumi dapat melihat lebih dari separo dari bagian bulan. Menurut perhitungan
(yang dibulatkan) data-data itu sebagai berikut:
3/7
bagian bulan tidak pernah tampak dari bumi.
3/7
bagian tetap menghadap (dan tampak ke bumi).
1/7
bagian dapat di lihat karena librasi.
Jadi permukaan bulan yang dapat dilihat dan dikenal dari
bumi kira-kira ada 4/7
Kalender
Bulan
Perubahan fase bulan secara periodik digunakan untuk
melakukan perhitungan penanggalan atau kalender dikenal sebagai tarikh bulan
(tarikh Kamariyah, Lunar Calender), contohnya tarikh Hijriyah.
Satu bulan pada tarikh bulan sama
dengan satu bulan sinodik, lamanya 29,5 hari, tepatnya 29 hari 12 jam 44 menit
3 detik. Satu tahun Kamariyah lamanya 12 x 29.5 hari = 354 hari. Banyak hari
dalam sebulan selama setahun pada tarikh kamariyah berganti-ganti 29 hari dan
30 hari.
2.6.10
Gerhana
Kata “eclipse” (gerhana) berasal dari kata bahasa yunani
ekleipsis, yang berarti “peninggalan” atau “pelalaian”. Gerhana disebabkan oleh
bayangan bumi dan bulan yang besar sekali. Kedua benda langit ini gelap.
Ole karena itu, ketika kedua benda ini
diterangi oleh matahari, masiomg-masimg mempunyai bayangan yang menjulur ke
dalam ruang angkasa, jauh dari matahari.
1. Gerhana
Bulan (Lunar Eclipse)
Agar suatu gerhana bulan terjadi, maka (1) bulan harus
berada pada bulan penuh dan (2) bulan harus berada didekat salah satu simpul
orbitnya. Panjang umbra bumi kira-kira 1.400.000 km dan jarak rata-rata bulan
dari bumi kira-kira 385.000 km.
Jika jalur bulan kebetulan melintas melalui pusat bayangan,
bulan dapat tetap gelap total selama kira-kira 1 jam. Bayangan dapat menutup
daerah bulan selama kira-kira 2 jam. Gerhana bulan mulai ketika bulan memasuli
penumbra dan berakhir ketika bulan
meninggalkan penumbra. Akan tetapi, terjadi sedikit penggelapan yang berarti sampai
bulan memasuki umbra.
Jika jalur yang ditempuh bulan di dekat tepi bayangan, fase
total gerhananya dapat berlangsung hanya beberapa menit. Jika jalur bulan
sedemikian rupa sehingga hanya suatu bagian dari cakramnya, dan tidak
keseluruhan cakram itu masuk ke dalam bayangan kerucut umbra, gerhana ini
bersifat sebagian dan tidak total.
a. Bidang
Lintasan Bulan
“Lintasan bulan keliling bumi membentuk bidang yang tidak
sebidang dengan ekliptika.ekliptika adalah bidang lintasan bumi mengelilingi
matahari. Bulan mengelilingi bumi dengan lintasannya yang berbentuk ellips dan
bumi terletak pada salah satu titik api ellip itu, sehingga pada bulan pun
sudah ada bagian terjauh dan terdekat ke bulan. Bagian terjauh dinamakan apogea
dan yang terdekat perigea.
b. Gerhana
Bulan Sebagian (Parsiil)
Gerhana ini hanya terjadi jika bulan dan matahari hanya
sebagian tertutup, artinya bulan hanya melalui bayangan inti.
c. Gerhana
Bulan Penumbra
Pada waktu bulan berotasi dan bulan terletak pada simpul,
umbra bumi akan mengenai bulan atau dengan kata lain bulan akan masuk ke dalam
umbra bumi itu. Jika yang masuk ke dalam umbra itu hanya sebagian bulan
purnama, dinamakan gerhana sebagian (partial). Sebelum bulan memasuki umbra,
seluruh bulan berada di daerah penumbra, saat itu, seluruh bulan berada di daerah
penumbra, saat itu terjadi gerhana penumbra.
d. Gerhana
Bulan Total
Gerhana sempurna (gerhana total), bilamana bulan masuk
seluruhnya ke dalam bayangan inti bumi. Tiap-tiap bulan yang sempurna tentu
didahului dan diakhiri oleh gerhana sebagian.jadi, jika pada suatu malam ketika
bulan purnama terjadi gerhana total atau gerhana penuh, keadaan yng dapat
diamati berturut-turut sebagai berikut :
Gerhana penumbra-gerhana sebagian-gerhana total-gerhana
sebagian-gerhana penumbra-bulan purnama kembali.
2. Gerhana
matahari (Lunar Eclips)
Gerhana matahari terjadi jika diantara matahari dan bumi
serta dalam satu garis lurus.
Gerhana matahari dibedakan menjadi 3 yaitu :
1) Gerhana
matahari total
Gerhana ini terjadi bila permukaan bumi yang tertutup
bayang-bayang inti bulan tidak terkena cahaya matahari.Peristiwa ini brlangsung
sekitar 7 menit. Dalamseumur hidupnya mungkin seseorang hanya akan dapat akan
mengalami gerhana ini kali.
2) Gerhana
matahari sebagian
Gerhana matahari sebagian terjadi jika hanya sebagian cahaya
yang menuju bumi terhalang bulan.
3) Gerhana
matahari cicin
Gerhana ini terjadi pada saat bulan
berada pada titik terjauh dari bumi.
Di bawah ini perbedaan antara
gerhana matahari dan gerhana bulan, yaitu :
1. Gerhana
matahari terjadi ketika posisi bulan berada di antara matahari dan bumi.
Sedangkan gerhana bulan terjadi saat kedudukan bumi terletak di antara matahari
dan bulan.
2. Gerhana
matahari mengakibatkan sinar matahari yang menuju ke bumi terhalang oleh bulan.
Sebaliknya, gerhana bulan mengakibatkan sinar matahari yang menuju ke bulan
terhalang oleh bumi.
3. Gerhana
matahari menimbulkan ilusi seolah-olah matahari menghilang bila dilihat dari
bumi. Sementara itu, gerhana bulan juga menimbulkan ilusi seolah-olah bulan
menghilang jika dilihat dari bumi.
4. Gerhana
matahari tidak boleh dilihat langsung dengan mata kosong, melainkan harus
menggunakan alat bantu. Berbeda halnya dengan gerhana bulan yang boleh diamati
memakai mata kosong alias tanpa alat bantu.
5. Intensitas
terjadinya gerhana matahari lebih jarang dibandingkan dengan gerhana bulan yang
terjadi hampir setiap tahun.
Komentar
Posting Komentar