BAHAN AJAR KOSMOGRAFI



Pengertian Antariksa
Antariksa adalah sebuah kumpulan dari segala Galaksi,dan semua itu berkumpul dalam satu kesatuan contohnya yaitu antariksa,luas antariksa tidak bisa di perkirakan karena sangatlah luas, kita tidak tahu,tapi teknologi semakin lama semakin canggih,dan mungkin suatu saat nanti kita akan bisa menemukan planet yang memiliki kehidupan juga.
Antariksa adalah tempat yang sangat asing bagi manusia,tapi manusia terkadang heran mengapa banyak terjadi moment yang tidak bisa diduga oleh manusia itu terjadi di antariksa.
Definisi Antariksa adalah angkasa luar atau dalam bahasa Inggrisnya Outer space yang merupakan ruangan jauh dari bumi (di luar lapisan atmosfer bumi) bebas dari pengaruh gravitasi. Bagian dari alam semesta yang digambarkan sebagai ruang hampa udara. Terdapat benda-benda langit lainnya seperti meteor, meteoroid, dan asteroid, serta banyak kejadian alam berlangsung dalam ruangan ini.

Sejarah Terbentuknya Alam Semesta
Banyak teori-teori yang mengemukakan asal usul tentang terbentuknya alam semesta, diantaranya :
a.       Teori Tidal
Teori tidal atau teori pasang surut dikemukakan oleh James dan Harold Jeffers pada tahun 1919, menurut teori ini pada ratusan juta tahun yang lalu sebuah bintang bergerak mendekati Matahari dan kemudian menghilang. Pada waktu itu sebagian Matahari tertarik dan lepas. Dari bagian Matahari yang terlepas inilah kemudian terbentuk planet-planet.
b.      Teori Bintang Kembar
Menurut teori ini kemungkinan dahulu kala matahari merupakan sepasang bintang kembar. Oleh sesuatu sebab salah satu bintang meledak dan oleh gaya tari gravitasi bintang satunya, pecahan tersebut tetap berada di sekelilingnya.

c.       Teori Nebular
Menurut teori ini mula-mula ada kabut gas dan debu atau nabule, nabule ini mengisi seluruh ruang alam semesta karena proses pendinginan, kabut gas tersebut menyusut dan mulai berpusing. Proses ini mula-mula lambat, kemudian makin cepat dan bentuknya berubah dari bulat bola menjadi semacam cakram.
Sebagian besar materi akan mengumpul di pusat cakram, dan kemudian menjadi matahari. Sedang sisinya yang tertinggal akan tetap berpusing, dan terbentuklah planet beserta satelitnya. Menurut para ahli, dalam setiap seribu bintang dialam semesta ini terdapat satu system tata surya. Jika dugaan ini benar, didalam galaksi atau bima sakti saja yang mempunyai 1011 bintang , akan terdapat 100 juta tata surya. Dan diantara tata surya itu kemungkinan ada beberapa yang mirip dengan tata surya kita.
d.      Teori Creatio Continua
Menurut teori ini saat diciptakan alam semesta ini tidak ada. Alam semesta ini selamanya ada dan akan tetap ada, atau dengan kata lain alam semesta ini tidak penah bermula dan tidak akan berakhir. Pada setiap saat ada partikel yang dilahirkan dan ada yang lenyap. Partikel tersebut kemudian mengembun menjadi kabut-kabur spiral dengan bintang-bintang dan jasad-jasad alam semesta. Karena partikel yang dilahirkan lebih besar dari pada yang lenyap, maka jumlah materi makin bertambah dan mengakibatkan pemuaian alam semesta. Pengembangan ini akan mencapai titik batas kritik pasa 10 miliar tahun lagi.
Tetapi dalam waktu 10 miliar tahun ini akan dihasilkan kabut-kabut baru.menurut teori ini 90% materi alam semesta adalah hydrogen. Dari hidrogen ini akan terbentuk helium dan zat-zat lainnya.
e.       Teori G.P. Kuiper
Teori ini mengajuka teori berdasarkan keadaan yang di temui di luar tata surya dan teori ini adalah penyempurnaan dari teori-teori yang telah dikemukakan yang mengandaikan bahwa matahari serta semua planet berasal dari gas purba yang ada di ruang angkasa. Pada saat ini terdapat banyak kabut gas dan diantara kabut terlihat dalam proses melahirkan bintang.
Kabut gas yang Nampak tipis diruang angkasa itu karena gaya tarik gravitasi antara molekul dalam kabut itu lambat laun merapatkan diri menjadi masa yang semakin lama semakin padat. Pemadatan ini di mungkinkan oleh sifat gas semacam itu selalu terjadi gerakan. Selanjutnya gerakan itu makin lama menjadi gerakan berputar yang memipihkan dan memadatkan gas kabut itu. Satu atau dua gumpalan materi memadat di tengah,sedang gumpalan yang kecil akan melesat di lingkungan sekitarnya. Gumpal yang terkumpul ditengah menjadi matahari sebagai pusat, sedang gumpalan-gumpalan yang kecil menjadi bakal planet.

f.       Teori Big Bang
Teori Big Bang menunjukkan bahwa semua benda di alam semesta pada awalnya adalah satu wujud, dan kemudian terpisah-pisah. Ini diartikan bahwa keseluruhan materi diciptakan melalui Big Bang atau ledakan raksasa dari satu titik tunggal, dan membentuk alam yang kini dengan cara pemisahahan satu dengan yang lain Big Bang merupakan petunjuk nyata bahwa alam semesta telah 'diciptakan dari ketiadaan', dengan kata lain ia diciptakan oleh Allah. Segala bukti meyakinkan ini menyebabkan teori Big Bang diterima oleh masyarakat ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu pengetahuan tentang asal muasal alam semesta. Begitulah, alam semesta ini telah diciptakan oleh Allah Yang Maha Perkasa.

Sistem Tata Surya
Dalam Tata Surya, terdapat delapan planet besar, semuanya berevolusi mengelilingi satu bintang yang bernama matahari. Matahari terletak di pusat Tata Surya. Delapan planet ini, yang merupakan bagian dari Solar system (Tata Surya), saling berevolusi mengelilingi matahari dalam sebuah keteraturan. Nama-nama planet dari yang terdekat dengan matahari: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus,. Jadi, bumi kita adalah planet ke-tiga dari matahari.
Setiap planet di Tata Surya memiliki ciri-ciri yang berbeda. Suhu pada beberapa planet cukup tinggi untuk meleburkan sesuatu. Sedangkan ada diantaranya yang permukaannya tertutup oleh es. Beberapa planet hampir seluruhnya terdiri atas gas. Bahkan beberapa planet berukuran kecil seperti bulan.
Terdapat hubungan yang sangat harmonis antara satelit dengan induknya. (Dalam astronomi, induk adalah sesuatu yang benda lain berkeliling terhadapnya. Matahari adalah induk dari bumi, bumi adalah induk dari bulan). Planet menarik satelit-satelitnya. Satelit juga mengimbangi tarikan tersebut. Tanpa kesetimbangan tersebut, satelit akan menumbuk planet atau pecah dan menghilang angkasa.
Singkatnya, jika bulan berotasi lebih lambat, ia akan tersedot bumi dengan kecepatan sangat tinggi. Ini akan menjadi akhir kehidupan bumi. Dan jika ia berotasi lebih cepat, ia akan menjauh dari bumi dan tak menjadi satelit bumi lagi.
1.      Matahari
Matahari adalah benda langit terbesar di Tata Surya. Ia terdiri atas gas yang sangat panas dan berpijar. Setiap detik, terjadi ledakan diseluruh permukaannya, matahari sendiri merupakan bom nuklir yang sangat besar. Ledakan di permukaannya sama dengan energi yang dipancarkan oleh jutaan bom atom. Mereka menghasilkan kobaran-kobaran api yang besarnya 40 hingga 50 kali besar bumi.
Matahari bagaikan bola api yang memancarkan panas dan cahaya yang sangat kuat dari permukaannya. Jika tidak ada matahari, sepanjang hari akan gelap, dan permukaan bumi akan tertutup es. Yang pasti, tidak akan ada kehidupan di bumi ini. Ruang angkasa adalah tempat yang gelap, sangat luas, dan kosong. Bumi kita adalah salah satu benda langit di dalamnya, dan tak tidak ada satupun yang cukup dekat untuk menerangi dan memanaskan bumi kita

2.      Planet
Planet adalah benda langit yang mengelilingi bintang sebagai pusat tata surya. Planet tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri namun dapat memantulkan cahaya.
Kata planet berasal dari bahasa Yunani yaitu planetai, yang berarti pengembara. Hal ini disebabkan kedudukan planet terhadap bintang tidaklah tetap. Planet adalah benda angkasa yang tidak mempunyai cahaya sendiri, berbentuk bulatan, dan beredar mengelilingi bintang (Matahari).
Planet-planet yang ada di tata surya, antara lain sebagai berikut:
1)   Merkurius
Merkurius adalah planet terkecil di dalam tata surya dan juga yang terdekat dengan Matahari dengan kala revolusi 88 hari. Kecerahan planet ini berkisar di antara -2 sampai 5,5 dalam magnitudo tampak namun tidak mudah terlihat karena sudut pandangnya dengan matahari kecil (dengan rentangan paling jauh sebesar 28,3 derajat. Merkurius hanya bisa terlihat pada saat subuh atau maghrib. Tidak begitu banyak yang diketahui tentang Merkurius karena hanya satu pesawat antariksa yang pernah mendekatinya yaitu Mariner 10 pada tahun 1974 sampai 1975. Mariner 10 hanya berhasil memetakan sekitar 40 sampai 45 persen dari permukaan planet.
Mirip dengan Bulan, Merkurius mempunyai banyak kawah dan juga tidak mempunyai satelit alami serta atmosfir. Merkurius mempunyai inti besi yang menciptakan sebuah medan magnet dengan kekuatan 0.1% dari kekuatan medan magnet bumi. Suhu permukaan dari Merkurius berkisar antara 90 sampai 700 Kelvin (-180 sampai 430 derajat Celcius).
garis tengah : 4850 KM
volume : 0,054 isi bumi
kepadatan :5,4 ( Air = 1)
massa :0,055 massa bumi
daya tarik :0,37 daya tarik bumi
jarak ke matahari : 58,000.000 km
kecepatan edar : 4,2 km/detik
periode rotasi : 59 hari
mengitari matahari : 87,97 hari
kecepatan pada orbit : 42,9 km/detik
satelit : tidak ada




2)   Venus
Venus atau Bintang Kejora adalah planet terdekat kedua dari matahari setelah Merkurius. Planet ini memiliki radius 6.052 km dan mengelilingi Matahari dalam waktu 225 hari. Atmosfer Venus mengandung 97% karbondioksida (CO2) dan 3% nitrogen, sehingga hampir tidak mungkin terdapat kehidupan.Arah rotasi Venus berlawanan dengan arah rotasi planet-planet lain. Selain itu, jangka waktu rotasi Venus lebih lama daripada jangka waktu revolusinya dalam mengelilingi Matahari.
garis tengah : 13.140 KM
volume : 0,88 isi bumi
kepadatan :5,2 ( Air = 1)
massa :0,82 massa bumi
daya tarik :0,88 daya tarik bumi
jarak ke matahari : 108.000.000 km
kecepatan edar : 10,3 km/detik
periode rotasi : 244 hari
mengitari matahari : 224,7 hari
kecepatan pada orbit : 35,0 km/detik
satelit : tidak ada
3)   Bumi
Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU (ing: astronomical unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin matahari, sinar ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer.
garis tengah : 1.756 KM
volume : 1,08106 cu KM
kepadatan :5,52 ( Air = 1)
massa :5,98 x 102 ton
jarak ke matahari : 149.000.000 km
kecepatan edar : 0,5 km/detik
periode rotasi : 365 hari
satelit : 1 yaitu bulan
4)   Mars
Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari dewa perang Romawi, Mars. Planet ini sering dijuluki sebagai “planet merah” karena tampak dari jauh berwarna kemerah-kemerahan. Ini disebabkan oleh keberadaan besi (III) oksida di permukaan planet Mars. Mars adalah planet bebatuan dengan atmosfer yang tipis. Di permukaan Mars terdapat kawah, gunung berapi, lembah, gurun, dan lapisan es. Periode rotasi dan siklus musim Mars mirip dengan Bumi. Di Mars berdiri Olympus Mons, gunung tertinggi di Tata Surya, dan Valles Marineris, lembah terbesar di Tata Surya. Selain itu, di belahan utara terdapat cekungan Borealis yang meliputi 40% permukaan Mars.
garis tengah : 6790 KM
volume : 0,15 isi bumi
kepadatan :3,9 ( Air = 1)
massa :0,11 massa bumi
daya tarik :0,38 daya tarik bumi
jarak ke matahari : 228.000.000 km
kecepatan edar : 5,0 km/detik
periode rotasi : 24 jam, 37 detik
mengitari matahari : 687 hari
kecepatan pada orbit : 24,1 km/detik
satelit : 2
5)   Jupiter
Yupiter atau Jupiter adalah planet terdekat kelima dari matahari setelah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Jarak rata-rata antara Jupiter dan Matahari adalah 778,3 juta km. Jupiter adalah planet terbesar dan terberat dengan diameter ekuatornya 14.980 km dan memiliki massa 318 kali massa bumi. Periode rotasi planet ini adalah 9,8 jam, sedangkan periode revolusi adalah 11,86 tahun. Volume Jupiter 1.319 kai volume Bumi
garis tengah : 142,600 KM
volume : 1,316 isi bumi
kepadatan :1,34 ( Air = 1)
massa :317,8 massa bumi
daya tarik :2,64 daya tarik bumi
jarak ke matahari :778.000.000 km
kecepatan edar : 61 km/detik
periode rotasi : 9 jam, 55M menit
mengitari matahari : 11,9 tahun
kecepatan pada orbit :13,1 km/detik
satelit : 16
6)   Saturnus
Saturnus adalah planet keenam dari Matahari dan planet kedua terbesar di tata surya, setelah Jupiter. Saturnus, bersama-sama dengan Jupiter, Uranus dan Neptunus, diklasifikasikan sebagai sebuah planet bergas.
Saturnus berasal dari bahasa Arab tetapi jika dilihat dalam Bahasa Inggris, dikenal sebagai planet Saturnus, diambil dewa Romawi, Saturnus, yang menyerupai Yunani Kronos (Titan bapa Zeus) dan juga Babylon yaitu Ninurta. Simbolnya adalah sabit dewa dalam bentuk ringkas stylized).
garis tengah : 120.000 KM
volume : 755 isi bumi
kepadatan :0,70 ( Air = 1)
massa :95,2 massa bumi
daya tarik :1,2 daya tarik bumi
jarak ke matahari :1427.000.000 km
kecepatan edar : 37 km/detik
periode rotasi : 10-14 jam
mengitari matahari : 11,9 tahun
kecepatan pada orbit :9,6 km/detik
satelit : 23
7)   Uranus
Uranus adalah planet ketujuh dari Matahari dan planet yang terbesar ketiga dan terberat keempat dalam Tata Surya. Ia dinamai dari nama dewa langit Yunani kuno Uranus (Οὐρανός) ayah dari Kronos (Saturnus) dan kakek dari Zeus (Jupiter). Meskipun Uranus terlihat dengan mata telanjang seperti lima planet klasik, ia tidak pernah dikenali sebagai planet oleh pengamat dahulu kala karena redupnya dan orbitnya yang lambat. Sir William Herschel mengumumkan penemuannya pada tanggal 13 Maret 1781, menambah batas yang diketahui dari Tata Surya untuk pertama kalinya dalam sejarah modern. Uranus juga merupakan planet pertama yang ditemukan dengan menggunakan teleskop.
garis tengah : 49.000 KM
volume : 52 isi bumi
kepadatan :1,58 liter ( Air = 1)
daya tarik :1,1 daya tarik bumi
jarak ke matahari :2.870.000.000 km
kecepatan edar : 22 km/detik
periode rotasi : 16-28 jam
mengitari matahari : 84,0 tahun
kecepatan pada orbit :6,8 km/detik
satelit : 5
8)   Neptunus
Neptunus merupakan planet terjauh (kedelapan) jika ditinjau dari Matahari. Planet ini dinamai dari dewa lautan Romawi. Neptunus merupakan planet terbesar keempat berdasarkan diameter (49.530 km) dan terbesar ketiga berdasarkan massa. Massa Neptunus tercatat 17 kali lebih besar daripada Bumi, dan sedikit lebih besar daripada Uranus. Neptunus mengorbit Matahari pada jarak 30,1 SA atau sekitar 4.450 juta km. Periode rotasi planet ini adalah 16,1 jam, sedangkan periode revolusinya adalah 164,8 tahun. Simbol astronomisnya adalah , yang merupakan trident dewa Neptunus.
garis tengah : 50.200KM
volume : 44 isi bumi
kepadatan :2,30 ( Air = 1)
massa :17,2 massa bumi
daya tarik :1,4 daya tarik bumi
jarak ke matahari :4.497.000.000 km
kecepatan edar : 25 km/detik
periode rotasi : 18-20 jam
mengitari matahari : 164,8 tahun
kecepatan pada orbit :5,4 km/detik
satelit : 2
2.1.3 Benda Lain Dalam Tata Surya
1.      Asteroid
Asteroid adalah benda-benda langit kecil yang mengelilingi matahari. Lintasan pergerakan asteroid dalam mengelilingi matahari berbentuk lingkaran, tetapi kadang juga beberapa asteroid mempunyai lintasan pergerakan yang lonjong. Letak lintasan/orbit asteroid dekat dengan ekliptika. Pada dasarnya asteroid tidak mempunyai angkasa. Asteroid terbesar adalah Ceres dengan diameter 750 kilometer. Asteroid bergerak mengelilingi matahari mempunyai kala revolusi rata-rata 4 sampai 6 bulan. Ada sebuah asteroid yang berorbit lonjong dan pernah mendekat ke laut bumi, yaitu asteroid Icarus. Sebagian besar asteroid terkumpul atau berkerumun di orbit Mars dan Jupiter. Sekumpulan asteroid ini disebut sabuk asteroid. Sebanyak 23 asteroid mempunyai orbit yang memotong bumi yang disebut asteroid Apollo, 75 asteroid memotong orbit Mars dan 16 asteroid dinamakan Trojan karena mengikuti Jupiter dalam orbitnya.
2.      Komet
Komet merupakan rangkaian cahaya yang bergerak dari satu konstelasi ke konstelasi lain di antara bintang-bintang. Rangkaian cahaya komet memperlihatkan seperti untaian rambut panjang, oleh karena itu komet sering disebut bintang berekor. Ketika mendekati matahari, ekor komet selalu berada di depan, menjauhi matahari. Hal ini disebabkan karena adanya tekanan sorot pada cahaya matahari yang mendorong partikel-partikel terkecil selalu ke arah yang berlawanan dengan matahari. Komet terdiri atas berbagai gas termasuk didalamnya adalah Sianogen (S/CN), karbondioksida (CO2), karbon monoksida (CO), nitrogen (N2), hidroksil (OH), dan nitrogen hidrid (NH). Pergerakan komet tampak dalam pemandangan sebagai lambaian yang indah yang kemudian lenyap begitu saja selama bertahun-tahun. Komet bergerak menjelajahi wilayah langit pada berbagai sudut pada bidang tata surya.Pada tahun 1705 ahli atmosfer Edmund Halley menerapkan hukum gravitasi pada pengamatan pengamatan mengenai sejumlah komet. Ia mengetahui bahwa komet beredar menjelajahi wilayah sesuai hukum gravitasi. Sebagai contoh komet Halley yang muncul setiap 76 tahun sekali.
3.      Meteor
Meteor adalah penampakan jalur jatuhnya meteoroid ke atmosfer bumi, lazim disebut sebagai bintang jatuh. Penampakan tersebut disebabkan oleh panas yang dihasilkan oleh tekanan ram (bukan oleh gesekan, sebagaimana anggapan umum sebelum ini) pada saat meteoroid memasuki atmosfer. Meteor yang sangat terang, lebih terang daripada penampakan Planet Venus, dapat disebut sebagai bolide.
Jika suatu meteoroid tidak habis terbakar dalam perjalanannya di atmosfer dan mencapai permukaan bumi, benda yang dihasilkan disebut meteorit. Meteor yang menabrak bumi atau objek lain dapat membentuk impact crater.
4.      Bintang
Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Terdapat bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu adalah bintang yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain. Bintang nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri. Secara umum sebutan bintang adalah objek luar angkasa yang menghasilkan cahaya sendiri (bintang nyata).
Menurut ilmu astronomi, definisi bintang adalah:
Semua benda masif (bermassa antara 0,08 hingga 200 massa matahari) yang sedang dan pernah melangsungkan pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir.
Oleh sebab itu bintang katai putih dan bintang neutron yang sudah tidak memancarkan cahaya atau energi tetap disebut sebagai bintang. Bintang terdekat dengan Bumi adalah Matahari pada jarak sekitar 149,680,000 kilometer, diikuti oleh Proxima Centauri dalam rasi bintang Centaurus berjarak sekitar empat tahun cahaya.

5.      Galaksi
Galaksi adalah sebuah sistem yang terikat oleh gaya gravitasi yang terdiri atas bintang (dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan debu kosmik medium antarbintang, dan kemungkinan substansi hipotetis yang dikenal dengan materi gelap. Kata galaksi berasal dari bahasa Yunani galaxias [γαλαξίας], yang berarti "susu," yang merujuk pada galaksi Bima Sakti (bahasa Inggris: Milky Way). Tipe-tipe galaksi berkisar dari galaksi kerdil dengan sepuluh juta (107) bintang hingga galaksi raksasa dengan satu triliun (1012) bintang, semuanya mengorbit pada pusat galaksi. Matahari adalah salah satu bintang di galaksi Bima Sakti; tata surya termasuk bumi dan semua benda yang mengorbit matahari.
2.2 Pengertian dan Ciri Galaksi
Galaksi adalah kumpulan bintang yang membentuk suatu sistem dan terdiri dari banyak benda-benda angkasa berukuran besar yang dikelilingi oleh benda-benda angkasa secara teratur. Menurut para ahli Astronomi, pengertian galaksi adalah sistem yang terdiri atas bintang, debu dan gas yang sangat luas, dengan gaya gravitasi yang dimiliki anggotanya. Umumnya suatu galaksi terdiri dari milliaran bintang dengan warna, ukuran, dan karekteristik yang beragam.
Secara etimologi, galaksi berasal dari bahaya yunani yaitu Galaxias yang berarti sesuatu yang menyerupai susu, karena waktu itu tampak pita putih samar pada penampakannya di angkasa. Dalam perkembangannya kemudian berubah menjadi "nebula spiral" untuk objek tertentu, lalu istilah tersebut berganti menjadi "island universe" yang berarti alam semesta pulau, namun kata tersebut  berubah menjadi "universe" (alam semesta) berarti keseluruhan jagad raya, kemudian kata tersebut.

Galaksi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a)    Sumber cahaya berasal dari galaksi itu sendiri dan bukan merupakan cahaya pantulan;
b)   Antara galaksi satu dengan yang lain mempunyai jarak jutaan tahun cahaya;
c)    Galaksi-galaksi lainnya dapat terlihat berada di luar Galaksi Bimasakti;
d)   Galaksi punya bentukan tertentu, misalnya: bentuk spiral, bentuk elips, dan bentuk tidak beraturan.
2.2.1 Klasifikasi Galaksi
Pada tahun 1925, astronom Edwin Hubble menyusun pengklasifikasian galaksi yang masih terpakai hingga sekarang. Berdasarkan bentuknya, galaksi dikelompokkan menjadi tiga - elips, spiral, dan tidak beraturan - kemudian ditambahkan yang keempat, lentikular. Sekitar 60% galaksi yang teramati berbentuk spiral, 20% lentikular, 15% elips, dan 3%-5% tidak beraturan.
1)   Galaksi Elips
Galaksi Elips (E) memiliki bentuk spheroidal yang memipih ke arah tepi. Galaksi elips dari 0-7 menurut kelonjongan elipsnya.
2)   Galaksi Lentikular
Galaksi lentikular (SO) memiliki kemiripan dengan galaksi elips, namun memiliki pusat yang menonjol seperti galaksi spiral.
3)   Galaksi Spiral
Galaksi spiral memiliki lengan-lengan spiral yang berada di intinya. Galaksi spiral dikelompokkan lagi menjadi Sa, Sb, dan Sc menurut ukuran inti dan bentuk lengan spiralnya. Bimasakti merupakan galaksi spiral Sb.Galaksi spiral normal (S) memiliki dua lengan spiral yang bersebarangan satu sama lain. Galaksi spiral batang (Sb) ditandai dengan adanya pita bintang-bintang dan materi antarbintang yang berasal dari penggabungan lengan spiral.
4)   Galaksi Tidak Beraturan
Galaksi tidak beraturan tidak memiliki inti, lengan, atau pun bentuk khusus. Galaksi tidak beraturan tipe I (Irr I) tidak memiliki struktur apa pun, adapun tipe II (Irr II) masih menunjukkan struktur yang berubah akibat gangguan.

Jarak Galaksi
Galaksi baru itu berada pada jarak 13 miliar tahun cahaya, 150 juta tahun cahaya lebih jauh daripada jarak galaksi terjauh yang ditemukan sebelumnya. Cahaya dari galaksi ini telah menempuh ruang angkasa sejak alam semesta masih berusia 400 juta tahun, tak lama sesudah bintang-bintang pertama mulai terbentuk.

Gugus Galaksi
Alam semesta dipenuhi oleh berbagai struktur besar. Bintang dikumpulkan bersama menjadi galaksi, galaksi dikumpulkan menjadi grup galaksi, dan grup-grup galaksi dikumpulkan bersama menjadi gugus galaksi. Apa itu gugus galaksi? Mari pelajari lebih jauh. Galaksi Bimasakti kita sendiri adalah bagian dari grup galaksi yang disebut Grup Lokal. Grup Lokal memiliki anggota sekitar 50 galaksi; yang sebagian besar galaksi kerdil. Galaksi Bimasakti, Andromeda dan Triangulum adalah tiga galaksi spiral besar di Grup Lokal.
Pada skala yang lebih besar, Grup Lokal merupakan bagian dari sebuah gugus galaksi yang disebut Gugus Galaksi Virgo yang berisi hingga 2000 galaksi dari berbagai macam grup galaksi. Pusat Gugus Galaksi Virgo terletak sekitar 59 juta tahun cahaya di konstelasi Virgo. Gugus Galaksi Virgo ini memiliki massa sekitar 1,5 kuadriliun kali massa Matahari. Salah satu galaksi yang terbesar dan paling terang di Gugus Galaksi Virgo adalah galaksi raksasa elips Messier 87, yang teletak pada jarak 16,4 juta parsek (atau sekitar 53,4 tahun cahaya) dari Bumi.
Sebuah gugus galaksi terdiri dari puluhan grup galaksi. Grup-grup galaksi tersebut jika digabungkan menjadi gugus galaksi bisa mencapai angka ribuan galaksi. Seluruh galaksi pada gugus galaksi ini saling terikat oleh gaya tarik gravitasi.
Gugus galaksi biasanya bisa berisi 50-1000 galaksi, dan memiliki massa total antara 100 triliun hingga 1 kuadriliun massa matahari, serta bisa membentang hingga jarak 30 juta tahun cahaya lebarnya. Yang lebih besar lagi dari gugus galaksi ternyata masih ada, yakni supergugus galaksi. Supergugus benar-benar merupakan struktur terbesar di alam semesta. Supergugus memiliki jutaan anggota galaksi dari berbagai gugus galaksi dan bisa membentang hingga jarak lebih dari 100 juta tahun cahaya lebarnya.
Gugus Galaksi Virgo sendiri berada di Supergugus Galaksi Laniakea. Supergugus tempat Bumi berada ini dipastikan keberadaannya pada September 2014 ketika sekelompok astronom yang diketuai R. Brent Tully dari Universitas Hawaii menciptakan cara baru menentukan supergugus galaksi sesuai kecepatan relatif galaksi. Supergugus terdekat dengan Laniakea adalah Supergugus Galaksi Shapley, Supergugus Galaksi Hercules, Supergugus Galaksi Coma, dan Supergugus Galaksi Perseus-Pisces. Nama Laniakea berarti "langit mahaluas" dalam bahasa Hawaii yang terdiri dari kata "lani" (langit) dan "akea" (luas atau sangat luas). Nama ini disarankan oleh Nawa'a Napoleon, dosen pembantu jurusan bahasa Hawaii di Kapiolani Community College. Nama ini diberikan untuk menghormati para penjelajah Polinesia yang memanfaatkan pengetahuan langit mereka saat menjelajahi Samudra Pasifik.

Pengertian Jagat Raya
Jagat raya adalah alam semesta atau antariksa yaitu ruangan yang meluas ke segala arah, tidak terhingga, tetapi ada batasan-batasannya yang belum dapat diketahui. Jagat raya diduga bentuknya melengkung dan dalam keadaan memuai Jagat raya terdiri atas galaxi-galaxi atau sistem bintang yang jumlahnya ribuan. Salah satu diantaranya adalah Galaksi Bima sakti ( MilkyWay Galaxy)

 Teori-Teori Terbentuknya Jagat Raya
1.    Teori  “Big Bang” (Dentuman Besar)
Menurut teori ini, jagat raya terbentuk dari ledakan dahsyat yang terjadi kira-kira 13.700 juta tahun yang lalu. Akibat ledakan tersebut materi-materi dengan jumlah sangat banyak terlontar ke segala penjuru alam semesta. Materi-materi tersebut akhirnya membentuk bintang, planet, debu kosmis, asteroid, meteor, energi, dan partikel-partikel lain.  Teori ”Big Bang” ini didukung oleh seorang astronom dari Amerika Serikat, yaitu Edwin Hubble.
Berdasarkan pengamatan dan penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa jagat raya ini tidak bersifat statis. Semakin jauh jarak galaksi dari Bumi, semakin cepat proses pengembangannya. Penemuan tersebut dikuatkan lagi oleh ahli astrofisika dari Amerika Serikat, Arno Pnezias dan Robert Wilson pada tahun 1965 telah mengukur tahap radiasi yang ada di angkasa raya.
2.    Teori “Keadaan Tetap” (Stabil)
Teori ”keadaan tetap” atau teori ciptaan sinambung menyatakan bahwa jagat raya selama berabad-abad selalu dalam keadaan yang sama dan zat hidrogen senantiasa dicipta dari ketiadaan. Penambahan jumlah zat, dalam teori ini memerlukan waktu yang sangat lama, yaitu kira-kira seribu juta tahun untuk satu atom dalam satu volume ruang angkasa. Teori ini diajukan oleh ahli astronomi Fred Hoyle dan beberapa ahli astrofisika Inggris.
Dalam teori ”keadaan tetap”, kita harus menerima bahwa zat baru selalu diciptakan dalam ruang angkasa di antara berbagai galaksi, sehingga galaksi baru akan terbentuk guna menggantikan galaksi yang menjauh. Orang sepakat bahwa zat yang merupakan asal mula bintang dan galaksi tersebut adalah hidrogen.
3.    Teori “Mengembang dan Memampat” (The Oscillating Theory)
Teori ini dikenal pula dengan nama teori ekspansi dan konstraksi. Menurut teori ini, jagat raya terbentuk karena adanya suatu siklus materi yang diawali dengan masa ekspansi atau mengembang yang disebabkan oleh adanya reaksi inti hidrogen, pada tahap ini terbentuklah galaksi-galaksi.
Tahap ini diperkirakan  berlangsung selama 30 milyar tahun, selanjutnya galaksi-galaksi dan bintang yang telah terbentuk akan meredup, kemudian memampat yang didahului dengan keluarnya pancaran panas yang sangat tinggi. Setelah tahap memampat maka tahap berikutnya adalah tahap mengembang dan kemudian memampat lagi.
4.    Teori “Alam Semesta Quantum”
Teori ini diciptakan oleh William Lane Craig pada tahun 1966. Dia mengemukakan bahwa alam semesta adalah sudah ada selamanya dan akan selalu ada untuk selamanya pula. Dalam teori ini, ruang hampa pada hakikatnya tidak ada, yang ada adalah partikel-partikel sub atomik.
5.    Teori berayun
Berdasarkn teori ini semua materi salimg menjauh dan berasal dari massa yang padat. Selanjutnya, materi itu geraknya melambat kemudian berhenti dan mulai mengerutlagi akibat gaya grafitasi. Lalu materi tersebut akan memadat dan meledak lagi. Dalam proses ini tidak ada materi yang rusak maupun tercipta akan tetapi hanya berubah tatanan.

Pengertian Tata Surya
Tata Surya adalah kumpulan benda-benda langit yang terdiri dari sebuah bintang besar yang disebut matahari, dan semua objek yang terikat oleh gaya grafitasinya. Objek-objek tersebut adalah delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya. Tata Surya (Solar System) atau yang juga disebut keluarga matahari (The sun and its family) adalah suatu sistem yang teridiri dari Matahari sebagai pusar Tata Surya itu dan di kelilingi dengan planet-planet, komet (bintang berekor), meteor (bintang beralih), satelit, dan asteroid.
2.4.1 Asal Usul Tata Surya
Tentang teori asal tata surya ini banyak dikemukakan orang,tetapi belum ada satupun yang dapat diterima oleh semua pihak.
Berikut ini diantara teori-teori tersebut :
1.    Teori Hipotesis Nebular
Dikemukakan oleh Kant dan Laplace (1796) yang meyakini terbentuknya tata surya merupakan kondensasi awan panas atau kabut gas yang sangat panas, yang sebagian terpisah dan merupakan cicin  yang mengelilingi pusat. Pusatnya itu menjadi sebuah bintang atau matahari. Bagian yang mengelilingi pusat tersebut berkondensasi membentuk suatu formula yang serupa dengan terbentuknya matahari tadi, setelah mendingin, benda-benda ini akan menjadi planet-planet seperti bumi dengan benda-benda yang mengelilinginya.
2.    Teori Hipotesis planettesimal
Dikemukakan oleh Chamberlain dan Moulton. Hipotesis ini bertitik tolak dari pemikiran yang sama dengan teori Nebular yang menyatakan bahwa system tata surya terbentuk dari kabut gas yang sangat besar, berkondensasi, perbedaannya ialah terletak pada asumsi bahwa terbentuknya planet-planet itu tidak harus dari satu badan, tetapi diasumsikan adanya bintang besar lain yang kebetulan sedang lewat di dekat bintang yang merupakan bagian dari tata surya kita. Kabut gas dari bintang lain itu sebagian terpengaruh oleh daya tarik matahari kita dan setelah mendingin terbentuklah benda-benda yang disebut Planettesemal. Planettesemal merupakan benda-benda kecil yang padat. Teori ini merupakan jawaban dari pertanyaan mengapa ada satelit-satelit pada Jupiter maupun saturnus yang orbitnya berlawanan rotasi planet itu.
3.    Teori Tidal atau teori pasang surut
Dikemukakan oleh James dan Harold Jeffreys (1919). Menurutnya planet merupakan pecikan dari matahari yang disebut Tidal. Tidal yang besar akan menjadi planet baru disebabkan karena bergerak mendekatnya dua matahari, hal ini jarang sekali terjadi. Seperti dalam teori diatas bahwa dua bintang yang saling mendekat akan membentuk planet yang baru.
4.    Teori Bintang Kembar
Berpendapat bahwa dulu matahari adalah sepasang bintang kembar. Oleh suatu sebab salah satu bintang meledak akibat gaya tarik gravitasi, bintang yang satunya sekarang menjadi matahari, pecahannya tetap beredar mengelilinginya.
5.    Teori Creatio Continua
Dikemukakan Fred Hoyle, Bondi dan Gold. Berpendapat bahwa saat diciptakan alam semesta ini tidak ada, alam semesta ada dan selamanya tetap ada setelah diciptakan. Setiap saat ada partikel yang dilahirkan dan ada yang lenyap, yang kemudian mengembun menjadi kabut, bintang dan jasad alam semesta, karena partikel yang lebih besar daripada partikel yang lenyap, maka jumlah materi makin bertambah dan mengakibatkan pemuaian alam semesta. Penegmbangan tersebut mencapai titik batas 10 milyar tahun, dalam kurun waktu tersebut akan menghasilkan kabut-kabut baru. Teori ini berpendapat bahwa 90 % materi alam semesta ialah hedrogen yang akhirnya membentuk helium dan zat-zat lainnya.
6.    Teori G.P. Kuiper (1950)
Teori ini didasari keadaan yang ditemui di luar tata surya yang mengandaikan matahari serta semua planet berasal dari gas purba di ruang angkasa, proses terlahirnya bintang dikarenakan banyaknya kabut gas, yang lambat laun memampatkan diri menjadi massa yang semakin lama semakin padat dikarenakan gaya gravitasi molekul tersebut. Satu atau dua materi memadat di tengah dan gumpalan kecil melesat di sekeitarnya. Gumpalan tengah menjadi matahari dan gumpalan kecil menjadi bakal planet. Matahari yang sudah menjadi padat menyala dengan adanya api nuklir dan kemudian mendorong gas yang masih membungkus planet menjadi sirna sehingga tampak telanjang.

Bagian-Bagian Tata Surya
1)   Matahari
Matahari merupakan anggota tata surya yang paling besar. Pada tata surya kita di mana 98 % massa tata surya terkumpul pada Matahari. Di samping sebagai pusat peredaran, Matahari juga merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, masing-masing fotosfer, chromosfer, dan corona. Pada pusat Matahari, suhunya mencapai jutaan derajat Celcius dan tekanannya ratusan juta atmosfer. Kulit fotosfer suhunya ± 6000° C dan memancarkan hampir semua cahaya.
Menurut J.R. Meyer, panas Matahari berasal dari batu meteor yang berjatuhan dengan kecepatan tinggi pada permukaan Matahari. Sedangkan menurut teori kontraksi H. Helmholz, panas itu berasal dari menyusutnya bola gas.
Matahari sangat penting bagi kehidupan di muka bumi karena: Merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam batubara dan minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari. Mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya siang dan malam, bulan, tahun, serta peredaran planet lain. Dengan mempelajari matahari yang merupakan bintang yang terdekat, berarti mempelajari bintang-bintang lain.
2)   MERKURIUS
Merkurius adalah planet yang terdekat dengan matahari dan juga paling kecil di antara semua planet. Garis tengah planet ini kurang lebih 4.847 kilometer waktu yang dipergunakan untuk mengelilingi matahari adalah 88,8 hari dan waktu rotasinya juga selama 88,8 hari. Jarak Merkurius dengan matahari adalah 57.910.000 km.
3)   VENUS
Venus adalah planet kedua setelah Merkurius. Planet ini adalah planet yang paling terang di antara planet yang lain karena jaraknya yang relatif dekat dengan planet Bumi. Garis tengah planet ini kurang lebih 12.205 kilometer dan besarnya hampir sama dengan Bumi. Waktu yang diperlukan untuk mengelilingi matahari adalah 224,7 hari dan waktu rotasinya selama 225 hari atau kurang lebih 7,5 bulan. Jarak Venus dengan matahari adalah 108.210.000 km.
4)   BUMI DAN BULAN
Bumi merupakan planet ketiga dalam Tata Surya. Dari sembilan planet yang dikenal manusia, Planet Bumilah yang banyak dihuni makhluk hidup. Planet Bumi mempunyai lapisan atmosfer yang di dalamnya banyak mengandung unsur-unsur kimia yang banyak dibutuhkan oleh makhluk hidup. Jarak bumi dengan matahari oleh para ahli Astronomi dinamakan satu satuan Astronomi atau sama dengan 159.000 kilometer (IS·A = 159.000.000 km). Bumi mengelilingi matahari membutuhkan waktu 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik, tetapi atas dasar kesepakatan ahli astronomi mengacupada periode antara pertemuan matahari dengan bintang Aries, yaitu 365hari 5 jam 48 menit 46 detik atau sama dengan Satu Tahun Tropik. Bumi berputar pada porosnya membutuhkan waktu 23 jam 56 menit atau sama dengan Satu Hari Bintang.
Bumi selalu diikuti Bulan sebagai satelit bumi selama mengelilingi matahari. Bulan berotasi dan juga melakukan revolusi mengelilingi Bumi selama 2731 hari sampai 2931 hari. Peredaran Bulan mengelilingi Bumi dan sekaligus juga mengelilingi matahari.
5)   MARS
Planet Mars mempunyai garis tengah kurang lebih 6.792 kilometer. Waktu yang digunakan untuk mengelilingi matahari kurang lebih 697 haridengan rotasi selama 24 jam 37 menit.
Planet Mars mempunyai sejumlah air dan oksigen demikian juga pergantian musim, bahkan di sana juga terdapat polar icecaps, yaitu tudung es kutub yang luasnya tidak selalu tetap. Hal ini menimbulkan dugaan adanya pergantian musim di sana. Warnanya hijau mendekati kecokelatan sehingga menunjukkan adanya flora dandaerah gurun. Mars mempunyai dua satelit, yaitu Dcimos (satelit luar) dan Phobos (satelit dalam). Kedua satelit ini ditemukan oleh Hall pada tahun 1877. Jarak Mars dengan Matahari adalah 227.940.000 km.
6)   YUPITER
Yupiter adalah planet terbesar dalam sistem Tata Surya kita. Diameternya lebih dari 130.000 kilometer, massanya lebih kurang 3 2 massa seluruh anggota Tata Surya yang di luar matahari. Rotasi Yupiter terhadap matahari paling cepat, yaitu 10 jam sekali putaran. Planet ini mempunyai keistimewaan, yaitu adanya unsur kimia yang terkandung di dalam sangat rendah, atmosfernya hampir tidak berotasi (sangat lambat). Sekalipun berukuran sangat besar kepadatan planet ini sangat rendah karena sebagian besar terdiri atas unsur-unsur ringan, antara lain 85% Hidrogen dan 15% Helium. Campuran yang lain sedikit sekali berupa CH4, NH3, dan lainnya. Yupiter mempunyai banyak satelit, yaitu 14 buah.

Penemuan terakhir menunjukkan satelitnya lebih banyak lagi. Empat dari satelit itu adalah Io, Europa, Ganymade (satelit terbesar hampir sebesar bumi), dan Calistio. Jarak Yupiter dengan Matahari adalah 778.300.000 kilometer.
7)   SATURNUS
Planet Saturnus ditemukan pada abad ke-18 setelah planet Uranus. Waktu yang digunakan untuk mengelilingi matahari kurang lebih 29–30 tahun, sekali berotasi memerlukan waktu 387 hari. Saturnus mempunyai atmosfer yang hampir sama dengan Yupiter, yaitu terdiri atas unsur-unsur amonia. Saturnus mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan planet lain, di antaranya memiliki cincin, terdiri atas tiga bagian yang konsentris, yaitu bagian dalam, gelang berbentuk khas (dusky ring), dan bagian luar. Cassini gelang yang paling terang adalah gelang bagian dalam, dan planet ini memiliki 9 buah satelit.
Tebal cincin Saturnus kurang lebih antara 10 sampai 100 meter saja, unsur-unsurnya mengandung butiran es dan sangat halus. Lebar cincin sekitar 275.000 kilometer. Planet ini nomor 3 paling terang di antara ke sembilan planet. Saturnus mempunyai 10 satelit yang mengelilinginya. Jarak antara Saturnus dan Matahari adalah 1.427.000.000 kilometer.
8)   URANUS
Planet Uranus baru ditemukan pada tahun 1781 oleh William Herschel di Inggris yang semula disangka komet. Mulanya planet ini dinamakan Gregorium Titus (sebagai penghargaan kepada Raja Georgia III). Akan tetapi, para astronom menyebutnya Planet Herschel, kemudian oleh Boscho disebut dengan Uranus. Waktu yang digunakan untuk mengelilingi matahari kurang lebih 84 tahun dengan waktu rotasi 369 hari. Planet ini mempunyai dua buah satelit. Garis tengah planet ini 19.750 kilometer.
Uranus mempunyai keistimewaan bahwa sumbunya terletak sebidang dengan bidang revolusinya. Jarak Uranus dengan Matahari adalah 2.863.840.000 kilometer.
9)   NEPTUNUS
Planet Neptunus ditemukan oleh Bonvard pada tahun 1821 di Paris, Prancis. Jika dilihat dari bentuknya Neptunus merupakan saudara kembar Uranus, terutama besarnya. Radiusnya sekitar 4 kali radius bumi. Garis tengahnya kurang lebih 53.000 kilometer. Waktu yang digunakan untuk mengelilingi matahari kurang lebih 164,79 tahun, sedangkan rotasinya 15 jam. Susunan atmosfernya terdiri atas metana. Planet ini mempunyai lima satelit. Dari lima satelit ini ada dua satelit besar yang diberi nama Tritondan Nereid.

Benda-Benda Lain Dalam Tata Surya
Pada tata surya, kecuali terdapat planet-planet yang telah disebutkan di muka, terdapat pula benda-benda lain berikut ini.
1.    Planetoida atau Asteroida
Pada tahun 1801, Piazzi, seorang astronom bangsa Italia melalui observasinya dengan teleskop menemukan benda langit yang berdiameter± 900 km (Bulan berdiameter 3000 km) beredar mengelilingi Matahari. Dalam beberapa tahun kemudian ternyata ditemukan pula beberapa benda semacam itu. Benda-benda itu mengorbit mengelilingi Matahari pada jarak antara Mars dan Yupiter. Pada saat ini, benda semacam itu telah diketahui sebanyak + 2000 buah, berbentuk bulat dan kecil. Yang terbesar bernama Ceres dengan diameter 750 km. Benda-benda langit itu disebut planetoida atau “bukan planet”, untuk membedakannya dengan planet utama yang telah diterangkan.
2.    Komet atau Bintang Berekor
Meskipun komet disebut sebagai bintang berekor, tetapi komet bukan tergolong bintang alam dalam arti yang sebenarnya. Komet merupakan anggota tata surya, yang beredar mengelilingi Matahari dan menerima energinya dari Matahari.
Komet sebenarnya merupakan kumpulan bungkah-bungkah batu yang diselubungi kabut gas.diameter komet termasuk selubung gas nya kurang lebih 100.000 km,sedangkan diameter inti yang berupa bungkah-bungkah batu berkisar antara 10 sampai 20 km.cahaya matahari yang mengenai komet sebagian dipantulkan,sedangkan lainnya berupa sinar ultra violet akan terjadi eksitasi pada gas yang menyelubungi komet.akibat eksitasi ini akan terjadi resonansi atau fluorescensi, dan gas berpendar memancarkan cahaya.
3.    Meteor atau Bintang Beralih
Meteor bukan tergolong bintang karena meteor merupakan anggota tata surya. Meteor berupa batu-batu kecil yang berdiameter antara 0,2 sampai 0,5 mm dan massanya tidak lebih dari 1 gram. Meteor ini semacam debu angkasa yang bergerak dengan kecepatan rata-rata 60 km/detik atau 60 x 60 x 60 km per jam.
Beberapa meteor besar pernah sampai dipermukaan bumi dan disebut meteorid. Meteorid mengandung besi dan nikel. Meteorid digolongkan menjadi 3 jenis:
-            Meteorid besi nikel mengandung 90% besi dan 8% nikel.
-            Meteorid batu mengandung banyak kalsium dan magnesium.
-            Meteorid tektite mengandung asam kersik 80%.
4.    Satelit
Satelit merupakan pengiring planet. Satelit beredar mengelilingi planet, dan bersamasama beredar mengelilingi Matahari. Peredaran satelit mengelilingi planet disebut gerak revolusi satelit. Di samping itu, satelit juga melakukan gerak rotasi, yaitu beredar mengelilingi sumbunya sendiri. Pada umumnya, arah rotasi dan revolusi satelit sama dengan arah rotasi dan revolusi planetnya, yaitu dari Barat ke Timur, kecuali satelit dari planet Neptunus.
Planet yang telah diketahui tidak mempunyai satelit adalah Merkurius, Venus, dan mungkin juga Pluto.

Pengertian Bumi
            Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU (ing: astronomical unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin matahari, sinar ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer.
            Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan melindungi bumi dari sinar ultraungu. Perbedaan suhu permukaan bumi adalah antara -70°C hingga 55°C bergantung pada iklim setempat. Sehari di dibagi menjadi 24 jam dan setahun di bumi sama dengan 365,2425 hari. Bumi mempunyai massa seberat 59.760 milyar ton, dengan luas permukaan 510 juta kilometer persegi. Berat jenis Bumi (sekitar 5.500 kilogram per meter kubik) digunakan sebagai unit perbandingan berat jenis planet yang lain, dengan berat jenis Bumi dipatok sebagai 1.
            Bumi mempunyai diameter sepanjang 12.756 kilometer. Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran gravitasi planet lain, dengan gravitasi Bumi dipatok sebagai 1. Bumi mempunyai 1 satelit alami yaitu Bulan. 70,8% permukaan bumi diliputi air. Udara Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbondioksida, dan gas lain.
            Bumi diperkirakan tersusun atas inti dalam bumi yang terdiri dari besi nikel beku setebal 1.370 kilometer dengan suhu 4.500°C, diselimuti pula oleh inti luar yang bersifat cair setebal 2.100 kilometer, lalu diselimuti pula oleh mantel silika setebal 2.800 kilometer membentuk 83% isi bumi, dan akhirnya sekali diselimuti oleh kerak bumi setebal kurang lebih 85 kilometer.
            Kerak bumi lebih tipis di dasar laut yaitu sekitar 5 kilometer. Kerak bumi terbagi kepada beberapa bagian dan bergerak melalui pergerakan tektonik lempeng (teori Continental Drift) yang menghasilkan gempa bumi.
            Titik tertinggi di permukaan bumi adalah gunung Everest setinggi 8.848 meter, dan titik terdalam adalah palung Mariana di samudra Pasifik dengan kedalaman 10.924 meter. Danau terdalam adalah Danau Baikal dengan kedalaman 1.637 meter, sedangkan danau terbesar adalah Laut Kaspia dengan luas 394.299 km2.

Bagian-Bagian Bumi
            Bumi telah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu. Bumi merupakan planet dengan urutan ketiga dari sembilan planet yang dekat dengan matahari. Jarak bumi dengan matahari sekitar 150 juta km, berbentuk bulat dengan radius ± 6.370 km. Bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh berbagai jenis mahluk hidup. Permukaan bumi terdiri dari daratan dan lautan. Secara struktur, lapisan bumi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut :
a.    Kerak bumi (crush) merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan basa dan masam. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahluk hidup. Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 oC. Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan litosfer.
b.    Selimut atau selubung (mantle) merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan kerak bumi. Tabal selimut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat. Suhu di bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000 oC.
c.    Inti bumi (core), yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900 – 5200 km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200 oC. inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500 oC.

Rotasi Bumi
Bumi melakukan beberapa gerak yang alami, yaitu gerak rotasi dan revolusi. Gerak rotasi bumi merupakan gerak berputarnya bumi pada porosnya (sumbu). Gerakan rotasi ini menyebabkan daerah sepanjang equator bergerak cepat, sedangkan di daerah kutub hampir-hampir tidak mengalami pergerakan. Bumi yang berbentuk bulat mengalami perubahan bentuk akibat gerakan rotasi yang dilakukan. Perubahan tersebut adalah terbentuknya daerah agak pepat di kedua kutubnya dan seakan-akan sebagian massa bumi tertumpuk di daerah equator. Bentuk ini disebabkan rotasi bumi yaitu perputaran bumi pada porosnya. Gerak rotasi bumi terjadi dari arah barat ke timur. Jika dilihat dari kutub utara, rotasi bumi memiliki arah berlawanan arah jarum jam. Sedangkan jika dilihat dari arah kutub selatan arah rotasi bumi searah dengan arah jarum jam.
Poros (sumbu) bumi merupakan garis khayal yang menandakan sumbu rotasi dari bumi, yang melalui kutub utara dan kutub selatan. Poros bumi tidaklah tegak lurus, tetapi mengalami kemiringan sebesar 23,5o dari garis tegaknya.

Pengertian Bulan
Bulan adalah satelit alami Bumi satu-satunya dan merupakan bulan terbesar kelima dalam Tata Surya. Bulan juga merupakan satelit alami terbesar di Tata Surya menurut ukuran planet yang diorbitnya, dengan diameter 27%, kepadatan 60%, dan massa 1⁄81 (1.23%) dari Bumi. Di antara satelit alami lainnya, Bulan adalah satelit terpadat kedua setelah Io, satelit Yupiter.
Bulan berada pada rotasi sinkron dengan Bumi, yang selalu memperlihatkan sisi yang sama pada Bumi, dengan sisi dekat ditandai oleh mare vulkanik gelap yang terdapat di antara dataran tinggi kerak yang terang dan kawah tubrukan yang menonjol. Bulan adalah benda langit yang paling terang setelah Matahari. Meskipun Bulan tampak sangat putih dan terang, permukaan Bulan sebenarnya gelap, dengan tingkat kecerahan yang sedikit lebih tinggi dari aspal cair. Sejak zaman kuno, posisinya yang menonjol di langit dan fasenya yang teratur telah memengaruhi banyak budaya, termasuk bahasa, penanggalan, seni, dan mitologi. Pengaruh gravitasi Bulan menyebabkan terjadinya pasang surut di lautan dan pemanjangan waktu pada hari di Bumi. Jarak orbit Bulan dari Bumi saat ini adalah sekitar tiga puluh kali dari diameter Bumi, yang menyebabkan ukuran Bulan yang muncul di langit hampir sama besar dengan ukuran Matahari, sehingga memungkinkan Bulan untuk menutupi Matahari dan mengakibatkan terjadinya gerhana matahari total. Jarak linear Bulan dari Bumi saat ini meningkat dengan laju 3.82±0.07 cm per tahun, meskipun laju ini tidak konstan.
Bulan diperkirakan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, tak lama setelah pembentukan Bumi. Meskipun terdapat sejumlah hipotesis mengenai asal usul Bulan, hipotesis yang paling diterima saat ini menjelaskan bahwa Bulan terbentuk dari serpihan-serpihan yang terlepas setelah sebuah benda langit seukuran Mars bertubrukan dengan Bumi.

Asal Mula Bulan
Ada dua teori pokok mengenai asal mula bulan. Yang pertama memandang bahwa dahulu bulan merupakan bagian bumi dan terpisahkan dari bumi oleh kekuatan pasang air atau oleh daya tarik gravitasi dari sebuah bintang yang lewat. Bukan dicabut dari lubang dalam kerak bumi, yang sekarang diisi oleh Samudera Pasifik.
Teori kedua menekankan bahwa bumi dan bulan terbentuk pada waktu yang hampir bersamaan dari suatu timbunan materi dingin, yang pada waktu itu berkeliling di sekitar matahari. Proses serupa ditekankan pula bagi asal mula planet-planet lain dan satelit-satelitnya. Dalam teori pertama, diduga bahwa materi aslinya panas dan membentuk benda-benda yang sekarang menjadi dingin. Sebaliknya teori kedua menggambarkan pembentukan bumi, bulan, dan benda-benda tata surya lain dari materi dingin, beberapa diantaranya sekarang menjadi panas sebagai akibat tekanan internal dan radioaktivitas. Teori ketiga menyatakan bahwa bulan itu bekas planet yang terperangkap oleh bumi.
Menurut hipotesis yang kedua, bulan itu kira-kira sama tuanya dengan bumi, yaitu sekitar 4.500.000.000 tahun. Akan tetapi sudah barang tentu bagian permukaan bulan berbeda-beda menurut umurnya, tepat seperti halnya dengan bagian permukaan bumi.

Sifat-Sifat Fisik Bulan
1.    Permukaan Bulan
Pertama kali Galileo mengarahkan teleskopnya ke bulan pada tahun 1609, ia melihat permukaannya secara cukup terperinci. Ia mengenal bernagai gunung dan daerah gelap yang luas yang dinamainya “ maria”, karena ia menganggap bahwa mungkin daerah itu laut. ( maria adalah lata Latin untuk “laut” ). Kata “maria” masih digunakan meskipun sekarang kita mengetahui bahwa di bulan tidak terlihat adanya kumpulan air.
Seorang pengamat bulan di bumi dapat membedakan daerah-daerah yang terang dan yang gelap. Daerah yang terang pada umumnya merupakan tanah tinggi, sedangkan daerah yang gelap merupakan daerah rata serta rendah. Banyak bagian yang terlihat, bentuk bayangan-bayangan ke permukaan bulan.
Bagian permukaan yang terluas di bulan dan yang hanya dapat dilihat dengan mata telanjang adalah maria. Bagian ini lebih gelap daripada bagian permukaan selebihnya dan merupakan daerah-daerah datar yang ditabur dengan batuan, serta dipenuhi oleh kawah-kawah. Yang terbesar adalah Mare Imbrium, sekitar 1100 km melintang.
Sejumlah besar kawah yang sering disebut “dataran dinding”, sebab kawah-kawah ini mengelilingi permukaan dataran yang mungkin terang warnanya seperti bukit-bukit di bulan atau gelap seperti maria. Garis tengah kawah yang terbesar dapat mencapai lebih dari 300 km. Beberapa kawah sangat dalam, begitu dalamnya sehingga dasarnya selalu dalam bentuk bayangan. Namun ada pula kawah yang semata-mata merupakan lubang dengan sedikit peninggian pada pinggirnya yang mengelilingi bagian dangkal di tengah.
Anak sungai adalah lembah seperti sungai yang dangkal dan dapat terlihat oleh bayang-bayang yang dilontarkan ke dalamnya. Anak sungai itu mungkin merupakan celah pada permukaan, atau mungkin juga jurang curam yang terbentuk oleh arus abu dari gunung-gunung berapi. Gunung-gunung bulan membentuk deretan besar yang tak rata terutama terpusat di sekeliling maria. Tingginya dapat diukur oleh panjang bayang-bayang yang dilontarkannya. Yang tertinggi, gunung Leibnitz, mencapai 7.9 km.
2.    Jarak Bulan
Bulan ( = luna ) adalah benda langit yang letaknya terdekat dengan bumi, bahkan dia adalah satelit bumi (“pengiring bumi”). Dari hasil pengukuran yang dilakukan, ternyata jarak rata-ratanya dari bumi adalah 385.000 km atau 1/375 jarak rata-rata bumi-matahari, atau juga 60 x jari-jari bumi.
3.    Besarnya Bulan
Diameter bulan adalah 3.480 km, sekitar ¼ diameter bumi. Planet-planet lain dalam tata surya kita mempunyai satelit, beberapa diantaranya lebih besar dari milik kita. Akan tetapi, bulan kita adalah yang terbesar dalam hubungannya dengan besar planet induknya. Massa bulan yang di ukur dengan efek gravitasinya atas bumi, adalah 1/81 massa bumi. Volumenya 1/50 volume bumi. Oleh karena itu, bulan kurang padat daripada bumi.
4.    Kecerahan Bulan
Bulan tidak mempunyai cahaya sendiri, tetapi bulan bersinar karena cahaya pantulan. Persentase cahaya yang dipantulkan oleh bulan dikenal sebagai albedonya. Bulan memantulkan rata-rata hanya 7% cahaya matahari yang jatuh secara vertikal diatasnya. Karena di bulan banyak daerah cerah dan gelap, beberapa daerah memantulkan lebih banyak cahaya, beberapa daerah lainnya kurang. Seluruh cahaya yang kita lihat pada bulan, datang dari matahari, baik secara langsung maupun tidak langsung sebagai sinar bumi, setelah pemantulan dari bumi. Permukaan bumi merupakan reflektor yang jauh lebih baik daripada permukaan bulan.
5.    Suhu Bulan
Bila di bulan tengah hari, dengan matahari langsung di atas kepala, suhunya 100°C. Pada malam hari suhu bulan turun sampai sekitar -116°C. Perbedaan yabg ekstrem tersebut terjadi karena bulan tidak mempunyai atmosfer. Atmosfer bertindak sebagai selimut dan mencegah pendinginan dan pemanasan yang melampaui batas. Bukti langsung bahwa bulan tidak mempunyai atmosfer, diperoleh dengan memperhatikan okultasi, yaitu lintasan sebiah bintang di belakang bulan. Seandainya bulan mempunyai atmosfer, bintang yang lewat itu akan melenyap berangsur-angsur, tetapi bintang itu selalu menghilang secara tiba-tiba pula pada sisi lain bulan.
6.    Air Pasang
Ada dua pasang naik untuk setiap perjalanan bulan melintasi suatu meridian atau garis utara – selatan bumi, terutama di sebabkan oleh tarikan gravitasi bulan pada perairan samudera. Dalam perjalanan satu bulan terdapat dua pasang purnama, yakni bila jarak pasang adalah terbesar, dan dua pang penuh, yakni bila jarak pasang adalah terkecil. Pada pasang penuh tarikan matahari dan bulan membuat sudut 90°. Oleh karena itu, pasang purnama terjadi pada bulan purnama  dan buan baru.
Air pasang itu tidak terbatas pada samudera. Air pasang terjadi dalam setiap badan air, di atmosfer, dan juga di bumi sendiri. Air pasang bumi tidak sama besarnya dengan air pasang samudera, karena bumi pada dasarnya merupakan massa padat yang elastis, sedangkan samudera merupakan zat cair. Pada saat bulan menimbulkan pasang pada bumi, bumi menimbulkan pasang pada buan.

Gerakan Bulan
Ada 3 macam gerkan yang dilakukan oleh bulan sekaligus, yaitu sebagai berikut :
1)   Bulan bergerak/beredar mengelilingi bumi. Lama peredaran ini sama dengan lamanya waktu berputar pada sumbunya (rotasi). Jangka waktu ini disebut satu bulan. Akibat bagian bulan yang nampak dari bumi hanyalah sebelah muka yang sama saja, sedang bagian bulan yang lain tidak pernah nampak.
2)   Sambil melakukan putaran dan peredaran tersebut (1 dan 2) bulan bersama-sama dengan bumi bergerak mengelilingi matahari. Jadi seolah-olah bulan dibawa oleh bumi untuk mengadakan revolusi.
3)   Bulan berotasi pada sumbunya secara lambat.

Peredaran Sideris dan Sinodis
1.    Peredaran Sideris
Bulan beredar mengelilingi bumi (menempuh satu lingkaran penuh) dalam waktu 271/3 hari atau tepatnya 27 hari 8 jam. Jika bulan pada suatu waktu berada di suatu titik yang searah dengan suatu bintang tetap tertentu di langit, maka setetlah 271/3 hari dia akan kembali, menempuh tersebut tadi. Jangka waktu ini disebut bulan sideris atau bulan bintang (sier = searah). Waktu peredaran ini disebut waktu peredaran sideris bulan.
2.    Peredaran Sinodis
Setelah selama 271/3 hari bulan betul-betul sudah sempurna mengelilingi bumi. Hanya pada waktu itu belum terjadi bulan baru. Hanya pada waktu itu belum terjadi bulan baru, karena bulan baru itu terjadi bila bulan terletak kembali searah dengan matahari (konjungsi / conjunctie) atau dengan kata lain perkataan : bumi – bulan dan matahari terletak pada satu garis lurus.
Maka agar terjadi bulan baru lagi (bumi-bulan-matahari satu baris) bulan harus beredar ±21/3 hari lagi. Waktu antara 2 waktu berturut-turut “berkumpulnya” kembali dengan matahari ini dinamakan bulan synodis/bulan matahari (synode = pertama). Peredaran bulan dari bulan baru ke bulan baru berikutnya seperti itu juga disebut peredaran synodis. Yang biasa digunakan dalam hidup sehari-hari ialah bulan synodis, sebab fase-fase bulan (rupa-rupa semu bulan ) dam waktu datangnya bulan-bulan baru ditentukan oleh peredaran synodis.

Fase Bulan (Rupa-Rupa Semu Bulan)
Fase bulan disebabkan oleh perubahan posisi relatif bulan, matahari, dan bumi. Pada saat bulan nampak terang kepada kita di bumi itu hanya sebagian bulan yang disinari matahari. Bagian yang menghadap ke bumi tidak seluruhnya kena sinar matahari, melainkan kadang-kadang hanya sebagian saja, dan kadang-kadang tidak sama sekali.
Apabila bagian cembung bulan menghadap ke Barat, maka itu adalah bulan timbul, dan apabila menghadap ke timur bulan surut. Berjenis-jenis rupa (bentuk) bulan seperti yang kelihatan pada kita itu disebut rupa-rupa semu atau fase-fase dari bulan.
Fase-fase bulan, yaitu :
a)    Fase bulan baru (bulan tidak nampak)
b)   Kuartir pertama 7 3/8 hari (bulan sabit)
c)    Bulan purnama 14 ¾ hari (bulan penuh)
d)   Kuartir ketiga 22 1/8 hari (bulan sabit)
e)    Kurtir keempat 28 ½ hari (menjadi bulan baru)

Peredaran Semu Sehari-Hari
Bulan terbit di langit bagian Timur, mencapai kulminasi atas di meridian langit, dan tenggelam di barat. Peredaran semu ini disebabkan oleh rotasi bumi pada sumbunya.
Hanya lamanya bulan menempuh lingkaran peredaran sehari-hari tidak sma dengan matahari. Misalnya pada suatu hari bulan merembang pukul 12.00 tengah malam, maka ternyata bahwa malam berikutnya saat merembangnya mundur hampir 50 menit ( kira-kira jam 00.50 tengah malam )
Setelah bahan baru, bulan berangsur-angsur bergerak di langit menjauh matahari dan mendekatinya lagi setelah bulan purnama. Waktu yang digunakan untuk mencapai kulminasi-kulminasi yang berturut-turut ialah : bagi matahari 24 jam, bagi bulan 24 jam 50 menit.
Untuk ini bumi membutuhkan waktu 24jam/29 = 50 menit
Jadi yang menyebabkan waktu merembang bulan tiap hari mundur 50 menit adalah gerakan bulan sendiri dengan arah dari Barat ke Timur.

Aspek Bulan
Fase bulan itu sejalan dengan aspek bulan, yaitu kedudukan bulan terhadap matahari dilihat dari bumi. Aspeknya adalah sebagai berikut :
a)    Konjungsi
Konjungsi adalah kedudukan bulan searah dengan matahari. Pada saat itu bagian bulan yang menhadap ke bumi ialah bagian yang sedang malam (gelap ), sehingga kita tidak akan melihat bulan bercahaya, apalagi kedudukan bulan bersama-sama dengan matahari, sehingga langit terlalu terang bagi kita untuk dapat melihat benda langit yang tidak mempunyai cahaya sendiri itu. Dalam keadaan tertentu, pada aspek konjungsi ini akan terjadi gerhana matahari.
b)   Oposisi
Oposisi adalah kedudukan bulan berlawanan arah dengan matahari dilihat dari bumi. Ingat akan  oposisi planet superior. Pada saat itulah bulan tampak sebagai bulan purnama, bulan terbit bersamaan dengan matahari terbenam dan terbenam pada waktu matahari terbit. Dalam keadaan tertentu pada aspek oposisi dapat terjadi gerhana bulan.
c)    Kuarter
Kuarter yaitu pada saat bulan menempati kedudukan tegak lurus terhadap gairs penghubung bumi matahari. Pada aspek kuarter bulan memperlihatkan fase perbani waktu itu hanay setengah bulan yang terang. Terjadi dua kali kuarter bulan dalam sebalum, yang pertama ketika bulan bertambah besar, dinamakan kuarter pertama. Kuarter yang kedua ketika bulan bertambah kecil, enam hari setelah purnama, disebut kuarter akhir.
d)   Fase Sabit (Cresent) dan Benjol ( Gibbous)
Dalam satu sinodik, berlangsung pergantian fase bulan sebagai berikut :
Bulan baru-sabit-perbani awal - benjol-purnama - benjol - perbani akhir - sabit - bulan baru lagi.

Orbit Dan Librasi Bulan
1)   Orbit Bulan
Bulan tidak selalu terletak pada bidang yang sama. Baik bentuk maupun posisinya yang relatif terhadap matahari dan bumi terus-menerus berubah. Karena sebab inilah, bagian bulan yang terlihat dari bumi agak berbeda sehingga setelah suatu periode waktukita dapat melihat 59% permukaan bulan pada suatu tempat pengamatan di bumi. Perubahan–perubahan dalam orbit bulan terjadi dalam daur-daur. Karena hal inilah, permukaan bulan yang dapat dilihat mengalami gerak berguncang, atau librasi, yang menjadikan daerah-daerah kecil di dekat tepi cakram yang dapat diamati itu terlihat.
2)   Librasi Bulan
Bagian bulan yang dapat kita saksikan dari bumi ternyata lebih luas sedikit dari separo bagian dari bulan separuhnya. Sebab kutub-kutub bulan (“kutub” utara dan selatannya), begitu pula bagian-bagian tepi (kiri dan kanan) dapat berganti-ganti tampak pada kita. Kejadian ini disebabkan oleh suatu gejala yang disebut “gejangan” semu bulan terhadap bumi atau librasi bulan.
Ada 3 librasi dikenal, yaitu :
a.    Librasi Dalam Garis Lintang
Librasi dalam garis lintang ini disebabkan karena sumbu bulan yang letaknya miring (condong) terhadap bidang lintasannya dan tetap kedudukannya selama peredarannya mengelilingi bumi.
b.    Librasi Dalam Garis Membujur
Librasi dalam garis membujur ini terjadi karena kecepatan bergeraknya bulan memgelilingi bumi tidaklah tetap, kadang-kadang cepat, kadang-kadang lambat.padahal geraknya berputar pada sumbunya selalu tetap.
c.    Librasi Paralaks
Librasi ini terjadi kerana adanya beda lihat antara orang-orang/ pengamat-pengamat yang berada di tempat-tempat yag berlainan letaknya di bumi.
Akibat librasi yang tiga macam itu, maka sesungguhnya orang di bumi dapat melihat lebih dari separo dari bagian bulan. Menurut perhitungan (yang dibulatkan) data-data itu sebagai berikut:
3/7 bagian bulan tidak pernah tampak dari bumi.
3/7 bagian tetap menghadap (dan tampak ke bumi).
1/7 bagian dapat di lihat karena librasi.
Jadi permukaan bulan yang dapat dilihat dan dikenal dari bumi kira-kira ada 4/7

Kalender Bulan
Perubahan fase bulan secara periodik digunakan untuk melakukan perhitungan penanggalan atau kalender dikenal sebagai tarikh bulan (tarikh Kamariyah, Lunar Calender), contohnya tarikh Hijriyah.
Satu bulan pada tarikh bulan sama dengan satu bulan sinodik, lamanya 29,5 hari, tepatnya 29 hari 12 jam 44 menit 3 detik. Satu tahun Kamariyah lamanya 12 x 29.5 hari = 354 hari. Banyak hari dalam sebulan selama setahun pada tarikh kamariyah berganti-ganti 29 hari dan 30 hari.
2.6.10 Gerhana
Kata “eclipse” (gerhana) berasal dari kata bahasa yunani ekleipsis, yang berarti “peninggalan” atau “pelalaian”. Gerhana disebabkan oleh bayangan bumi dan bulan yang besar sekali. Kedua benda langit ini gelap. Ole  karena itu, ketika kedua benda ini diterangi oleh matahari, masiomg-masimg mempunyai bayangan yang menjulur ke dalam ruang angkasa, jauh dari matahari.
1.    Gerhana Bulan (Lunar Eclipse)
Agar suatu gerhana bulan terjadi, maka (1) bulan harus berada pada bulan penuh dan (2) bulan harus berada didekat salah satu simpul orbitnya. Panjang umbra bumi kira-kira 1.400.000 km dan jarak rata-rata bulan dari bumi kira-kira 385.000 km.
Jika jalur bulan kebetulan melintas melalui pusat bayangan, bulan dapat tetap gelap total selama kira-kira 1 jam. Bayangan dapat menutup daerah bulan selama kira-kira 2 jam. Gerhana bulan mulai ketika bulan memasuli penumbra  dan berakhir ketika bulan meninggalkan penumbra. Akan tetapi, terjadi sedikit penggelapan yang berarti sampai bulan memasuki umbra.
Jika jalur yang ditempuh bulan di dekat tepi bayangan, fase total gerhananya dapat berlangsung hanya beberapa menit. Jika jalur bulan sedemikian rupa sehingga hanya suatu bagian dari cakramnya, dan tidak keseluruhan cakram itu masuk ke dalam bayangan kerucut umbra, gerhana ini bersifat sebagian dan tidak total.
a.    Bidang Lintasan Bulan
“Lintasan bulan keliling bumi membentuk bidang yang tidak sebidang dengan ekliptika.ekliptika adalah bidang lintasan bumi mengelilingi matahari. Bulan mengelilingi bumi dengan lintasannya yang berbentuk ellips dan bumi terletak pada salah satu titik api ellip itu, sehingga pada bulan pun sudah ada bagian terjauh dan terdekat ke bulan. Bagian terjauh dinamakan apogea dan yang terdekat perigea.
b.    Gerhana Bulan Sebagian (Parsiil)
Gerhana ini hanya terjadi jika bulan dan matahari hanya sebagian tertutup, artinya bulan hanya melalui bayangan inti.
c.    Gerhana Bulan Penumbra
Pada waktu bulan berotasi dan bulan terletak pada simpul, umbra bumi akan mengenai bulan atau dengan kata lain bulan akan masuk ke dalam umbra bumi itu. Jika yang masuk ke dalam umbra itu hanya sebagian bulan purnama, dinamakan gerhana sebagian (partial). Sebelum bulan memasuki umbra, seluruh bulan berada di daerah penumbra, saat itu, seluruh bulan berada di daerah penumbra, saat itu terjadi gerhana penumbra.
d.   Gerhana Bulan Total
Gerhana sempurna (gerhana total), bilamana bulan masuk seluruhnya ke dalam bayangan inti bumi. Tiap-tiap bulan yang sempurna tentu didahului dan diakhiri oleh gerhana sebagian.jadi, jika pada suatu malam ketika bulan purnama terjadi gerhana total atau gerhana penuh, keadaan yng dapat diamati berturut-turut sebagai berikut :
Gerhana penumbra-gerhana sebagian-gerhana total-gerhana sebagian-gerhana penumbra-bulan purnama kembali.
2.    Gerhana matahari (Lunar Eclips)
Gerhana matahari terjadi jika diantara matahari dan bumi serta dalam satu garis lurus.
Gerhana matahari dibedakan menjadi 3 yaitu :
1)   Gerhana matahari total
Gerhana ini terjadi bila permukaan bumi yang tertutup bayang-bayang inti bulan tidak terkena cahaya matahari.Peristiwa ini brlangsung sekitar 7 menit. Dalamseumur hidupnya mungkin seseorang hanya akan dapat akan mengalami gerhana ini kali.
2)   Gerhana matahari sebagian
Gerhana matahari sebagian terjadi jika hanya sebagian cahaya yang menuju bumi terhalang bulan.
3)   Gerhana matahari cicin
Gerhana ini terjadi pada saat bulan berada pada titik terjauh dari bumi.

Di bawah ini perbedaan antara gerhana matahari dan gerhana bulan, yaitu :
1.    Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan berada di antara matahari dan bumi. Sedangkan gerhana bulan terjadi saat kedudukan bumi terletak di antara matahari dan bulan.
2.    Gerhana matahari mengakibatkan sinar matahari yang menuju ke bumi terhalang oleh bulan. Sebaliknya, gerhana bulan mengakibatkan sinar matahari yang menuju ke bulan terhalang oleh bumi.
3.    Gerhana matahari menimbulkan ilusi seolah-olah matahari menghilang bila dilihat dari bumi. Sementara itu, gerhana bulan juga menimbulkan ilusi seolah-olah bulan menghilang jika dilihat dari bumi.
4.    Gerhana matahari tidak boleh dilihat langsung dengan mata kosong, melainkan harus menggunakan alat bantu. Berbeda halnya dengan gerhana bulan yang boleh diamati memakai mata kosong alias tanpa alat bantu.
5.    Intensitas terjadinya gerhana matahari lebih jarang dibandingkan dengan gerhana bulan yang terjadi hampir setiap tahun.

Komentar